Performa Cemerlang, IFG Life Raih Penghargaan Best Insurance 2026 dari Investortrust
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Jiwa IFG atau IFG Life meraih penghargaan menyabet Excellence in Gross Premium Growth dalam ajang Investortrust Best Insurance Award 2026 karena performanya yang cemerlang.
Selama 2025, IFG menunjukkan performa apik. Laporan keuangan 2025 menunjukkan IFG Life mengalami lonjakan laba bersih sebesar 228,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada 2025, laba yang tercatat induk usaha IFG Life sebesar Rp 155,97 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan IFG Life yang diakses Minggu (2/8/2026), induk perseroan mencatat bahwa pendapatan jasa asuransi mencapai Rp 1,89 triliun dengan beban jasa asuransi mencapai Rp 1,79 triliun. Perusahaan juga memiliki beban kontrak reasuransi milikan senilai Rp 5,4 miliar. Hasil dari jasa asuransi bersih ini mencapai Rp 92,67 miliar.
Pada 2025, IFG Life juga menorehkan pendapatan investasi termasuk Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) sebesar Rp 1,94 triliun. Terdapat beban investasi sebesar Rp 2,02 miliar dan beban keuangan dari kontrak sebesar Rp 1,68 triliun. Meski demikian terdapat keuntungan investasi yang direalisasikan dan belum direalisasikan sebesar Rp 140,3 miliar dan pendapatan dari kontrak reasuransi sebesar Rp 31 juta.
Meski demikian, IFG Life juga mengalami penurunan aset. Pada 2025, aset IFG Life turun ke Rp 31,7 triliun dari sebelumnya Rp 33,92 triliun. Penurunan aset ini didominasi akibat melorotnya aset investasi dari Rp 30,09 triliun menjadi Rp 28,08 triliun pada 2025.
Tak hanya aset, penurunan juga terjadi pada liabilitas dan ekuitas. Pada 2025, liabilitas dan ekuitas IFG Life turun ke Rp 31,74 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 33,92 triliun.
Di tengah kondisi tersebut, pada 2025, indikator kesehatan keuangan induk terjaga. Tingkat solvabilitas yang dimiliki korporasi mencapai Rp 4,1 triliun, jumlah modal minimum berbasis risiko (MMBR) sebesar Rp 2,3 triliun.
Sementara itu, rasio pencapaian mencapai 180,16%. IFG Life juga memiliki rasio likuiditas sebesar 194,4%.
Baca Juga
IFG Dukung Program 3 Juta Rumah melalui Perlindungan dan Kolaborasi Ekosistem Danantara
Dengan kondisi keuangan seperti ini, IFG Life akan mengupayakan sejumlah pemenuhan bagi sejumlah nasabah. Salah satunya, pembayaran klaim dan manfaat asuransi kepada 94.793 nasabah eks-Jiwasraya dengan total nilai lebih dari Rp 7,5 triliun pada 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memastikan terpenuhinya kewajiban kepada nasabah sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap industri asuransi nasional.
Ketua Tim Juri Investortrust Best Insurance 2026, S Budisuharto mengatakan perusahaan asuransi yang masuk dalam untuk dapat masuk dalam proses pemeringkatan, harus memenuhi kriteria seleksi awal.
Terdapat tujuh kriteria yang digunakan, di antaranya, laporan keuangan 2025 yang sudah diaudit dan mengikuti standar akuntansi PSAK 117, dan tidak mendapat opini disclaimer, ekuitas tahun 2025 di atas Rp 100 miliar, aset asuransi jiwa tahun 2025 di atas Rp 1 triliun, aset asuransi umum tahun 2025 di atas Rp 100 miliar, tidak menderita rugi di tahun 2025, memiliki rasio solvabilitas (RBC/Risk Based Capital) di tahun 2025 minimal 120% seperti yang disyaratkan Otoritas Jasa Keuangan, serta tidak dalam kondisi PKU, run-off, atau masa transisi.
“Harapan kami dengan digelarnya ajang pemeringkatan dan pemberian penghargaan pada industri asuransi lewat Investortrust Best Insurance Award 2026 ini, akan memberikan motivasi pada para pelaku industri untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada tertanggung, dan juga akan menjadi tolok ukur pelaku industri lainnya untuk terus meningkatkan kinerjanya,” kata S Budisuharto.
Baca Juga
Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko, IFG Pangkas 12 Entitas Asuransi dan Penjaminan
