Porsi Transaksi Wealth Management Digital OCBC (NISP) Naik ke 44%, Investor Muda Jadi Pendorong
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mencatat perubahan perilaku nasabah dalam mengakses layanan wealth management seiring meningkatnya digitalisasi sektor keuangan. Sepanjang 2025, proporsi transaksi wealth management melalui kanal digital naik menjadi 44% dari 30% pada tahun sebelumnya.
Selain itu, transaksi obligasi melalui platform digital juga tumbuh 50% secara tahunan (year on year/yoy), sementara volume transaksinya melonjak 89% dibandingkan tahun sebelumnya.
Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja mengatakan, perubahan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan nasabah terhadap layanan yang menggabungkan kemudahan teknologi dengan pendampingan dari penasihat keuangan.
"Nasabah saat ini menginginkan pengalaman yang seamless antara kanal digital dan layanan personal. Mereka ingin dapat mengakses informasi, memantau portofolio, dan bertransaksi kapan saja, namun tetap memiliki advisor yang dapat menjadi mitra dalam mengambil keputusan-keputusan finansial yang penting," ujar Parwati dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).
Baca Juga
OCBC (NISP) Luncurkan Wealth Report untuk Perkuat Strategi Investasi Nasabah Premier
Menurut dia, tren tersebut sejalan dengan perubahan profil investor di Indonesia yang semakin didominasi generasi muda. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sekitar 54% investor pasar modal hingga akhir 2025 berusia di bawah 30 tahun.
Parwati menilai kelompok investor muda tersebut memiliki karakteristik yang mengutamakan kemudahan akses digital, informasi yang cepat, serta layanan investasi yang lebih personal.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, OCBC terus memperkuat kapabilitas wealth management melalui integrasi layanan digital dan advisory. Nasabah dapat mengakses berbagai produk investasi, memantau portofolio, hingga bertransaksi melalui aplikasi OCBC Mobile, sekaligus memperoleh pendampingan dari relationship manager, wealth specialist, serta berbagai fitur seperti Wealth Discovery, Wealth Report, dan Wealth Insight.
Baca Juga
Pasca Akuisisi Bisnis Premium HSBC, OCBC Ungkap Prospek Bisnis 'Wealth Management' di Indonesia
OCBC juga melihat layanan wealth management kini semakin inklusif. Jika sebelumnya identik dengan nasabah ultra high net worth, kini layanan tersebut mulai dimanfaatkan oleh kalangan profesional, entrepreneur, hingga emerging affluent yang ingin membangun aset sejak dini.
"Kami melihat masa depan wealth management adalah menggabungkan best of both worlds, kemudahan digital dengan trusted human advice. Fokus kami adalah membantu lebih banyak masyarakat Indonesia membangun, melindungi, dan mewariskan kekayaannya melalui solusi yang mudah diakses, relevan, dan disesuaikan dengan tujuan finansial di setiap tahap kehidupan," kata Parwati.
Melalui ekosistem layanan yang mencakup NYALA, Premier Banking, hingga Private Banking, OCBC berupaya menghadirkan solusi pengelolaan kekayaan yang terintegrasi untuk mendampingi kebutuhan finansial nasabah di setiap tahap kehidupan.
