Pembiayaan Berkelanjutan Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 7,5% Jadi Rp 327,3 Triliun di Semester I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan pertumbuhan portofolio pembiayaan berkelanjutan sebesar 7,5% secara year on year (yoy) menjadi Rp 327,3 triliun hingga Juni 2026.
Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro mengungkapkan, dari total jumlah tersebut, pembiayaan hijau (green financing) menyumpang porsi terbesar yaitu Rp 172,8 triliun, sementara pembiayaan sosial tercatat Rp 154,4 triliun.
Sejalan dengan itu, kualitas aset dari portofolio ini tetap terjaga dengan baik di tengah ekspansi bisnis yang terus dilakukan.
“Kinerja ini memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau di Indonesia dengan pangsa pasar lebih dari 35% di antara tiga bank besar nasional,” ujar Danis, dalam Paparan Kinerja Kuartal II 2026 Bank Mandiri, secara daring, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga
Bank Mandiri Net Profit Soars 24% to $1.9 Billion as Loan Growth Crushes Industry Average
ESG Jadi Bagian dari Strategi Bisnis
Danis menyatakan, selain memberikan dampak lingkungan dan sosial yang positif, bisnis berkelanjutan juga menjadi salah satu sumber pertumbuhan yang memperkuat profitabilitas dan ketahanan portofolio Bank Mandiri.
“Bank Mandiri melihat ESG (environmental, social, and governance) sebagai bagian dari strategi untuk menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan,” katanya.
“Prinsip ESG telah terintegrasi dalam proses bisnis mulai dari pengelolaan risiko, pengembangan produk hingga pendampingan nasabah dalam proses transisi,” sambung Danis.
Dengan pendekatan tersebut, lanjut dia, mendorong ekspansi pembiayaan tetap dilakukan secara prudent sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional.
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Waspadai Dinamika Suku Bunga dan Nilai Tukar di Semester II 2026
Optimistis di Tengah Dinamika Ekonomi
Menatap paruh kedua 2026, Danis optimistis terhadap prospek pertumbuhan bisnis berkelanjutan Bank Mandiri, meski dihadapkan pada dinamika ekonomi global dan domestik.
“Bank Mandiri tetap optimis terhadap prospek pertumbuhan bisnis berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ucapnya.
Danis menjelaskan, pipeline pembiayaan Bank Mandiri didukung oleh tiga sektor prioritas yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional. Pertama ketahanan energi, termasuk energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, dan efisiensi energi.
“Kemudian yang kedua adalah perumahan inklusif khususnya melalui program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) untuk memperkuat akses masyarakat terhadap hunian yang layak,” katanya.
Terakhir, adalah UMKM, melalui penguatan pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) dan pembiayaan mikro produktif guna mendukung inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi.
Untuk mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau, Danis mengatakan, Bank Mandiri fokus pada tiga area utama, antara lain penguatan kualitas pipeline, perluasan akuisisi ekosistem nasabah secara end to end, serta melakukan ekspansi secara selektif pada sektor-sektor dengan prospek pertumbuhan jangka panjang yang selaras dengan arah kebijakan pemerintah.
“Di samping itu Bank Mandiri juga terus berkolaborasi dengan regulator, kementerian dan berbagai pemangku kepentingan melalui focus group discussion, roundtable discussion, maupun pilot project,” ucapnya.
Sebab, kolaborasi menjadi landasan penting untuk mengembangkan skema pembiayaan yang inovatif, sekaligus memperkuat peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis mitra strategis dalam mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.
