OJK Bagikan Cara Tangkal Penipuan yang Manfaatkan Momen Sensus Ekonomi BPS
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS). OJK juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi modus penipuan (scam) yang mendompleng momentum sensus tersebut.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan program krusial 10 tahunan yang sangat penting bagi negara untuk memahami struktur ekonomi Indonesia secara detail dan granular.
"Kita mendukung pelaksanaan sensus ekonomi ini agar seluruh PUJK pelaku usaha jasa keuangan ketika mereka ada BPS datang mereka memberikan jawaban atas sensus yang diberikan dan memberikan jawaban yang sebenarnya," ujar Kiki sapaan karib Friderica dalam acara seminar internasional bertajuk “Strengthening Defenses Against Scams: Addressing AML Vulnerabilities and Compliance in Digital Finance and Virtual Assets Seminar” yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) di Hotel Double Tree, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Baca Juga
Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait keamanan data pribadi dan isu pajak, OJK menyatakan kepercayaan penuh terhadap kredibilitas BPS. Sebagai lembaga negara yang berpengalaman puluhan tahun, BPS dipastikan memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat dalam menjaga kerahasiaan data.
Meski demikian, OJK tidak menampik adanya risiko pihak-pihak yang memanfaatkan momen ini untuk melakukan penipuan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kiki membagikan beberapa tips bagi masyarakat.
Pertama, lakukan cross check. Menurut Kiki, pastikan identitas petugas yang datang benar-benar dari BPS.
Kedua, periksa ID card. Dalam hal ini, selalu periksa kartu identitas resmi petugas sensus.
Baca Juga
Persempit Ruang Gerak Kriminal Siber, OJK Serukan Collective Action Antar Regulator Dunia
Ketiga, konfirmasi ke pengurus setempat. Koordinasikan dengan Ketua RT atau RW setempat, karena petugas BPS biasanya melapor terlebih dahulu sebelum turun ke lapangan.
"Kami juga punya survei nasional bersama dengan BPS dan kami tahu metodologinya, mekanisme dan lain-lain di lapangan itu sangat rigid SOP-nya dan itu sangat baik begitu ya," tutur Kiki.

