Asuransi Digital Bersama (YOII) Cetak Laba Rp 20,14 Miliar pada 2025, Tumbuh 18,96%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Hal ini tercermin dari pertumbuhan laba sebesar 18,96% secara year on year (yoy) menjadi Rp 20,14 miliar di tahun lalu.
Direktur Utama Asuransi Digital Bersama Adi Wibowo Adisaputro mengungkapkan, meski tahun 2025 menjadi tahun yang menantang, pihaknya masih membukukan kinerja yang baik. Saat ini, pihaknya terus melakukan penguatan strategi jangka panjang.
“Upaya kami menghadirkan produk asuransi yang inovatif tentu membutuhkan struktur permodalan yang kuat, salah satu langkah strategis kami akan mengalokasikan seluruh laba bersih tahun lalu sebagai modal untuk pengembangan ke depan,” ujarnya, dalam Paparan Publik Asuransi Digital Bersama, di Jakarta, Rabu (15/4/2025).
Baca Juga
PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) Catat Lonjakan Premi dan Laba Bersih di 2024
Pertumbuhan laba bersih Asuransi Digital Bersama, lanjut Adi, didorong oleh kinerja positif dari produk asuransi kecelakaan diri dan asuransi perjalanan. Saat ini perusahaan masih fokus melakukan perluasan portofolio produk kecelakaan diri dan perjalanan.
“Dengan menghadirkan berbagai inovasi yang menyesuaikan kebutuhan asuransi di era gaya hidup digital,” katanya.
Selain laba bersih, hasil jasa asuransi perseroan melesat 289,87% (yoy) menjadi Rp 458,72 miliar sementara pendapatan jasa asuransi juga naik 122,91% (yoy) menjadi Rp 730,70 miliar pada 2025.
Total aset perseroan pada 2025 sebesar Rp 347,25 miliar, naik sekitar 38,43% (yoy). Liabilitas naik sekitar 51,44% (yoy) menjadi Rp 136,22 miliar. Total ekuitas sebesar Rp 211,03 miliar, tumbuh 31,15% (yoy).
Baca Juga
Asuransi Digital (YOII) Tak Bagikan Dividen, Keuntungan akan Dialokasikan ke Sini
Di lain sisi, Asuransi Digital Bersama juga menyampaikan laporan penggunaan dana yang telah diperoleh dari penawaran saham perdana perseroan sebesar Rp 41,20 miliar. Adapun, jumlah biaya yang telah dikeluarkan dalam rangka pelaksanaan penawaran umum (biaya emisi) sebesar Rp 5,70 miliar.
“Seluruh dana telah direalisasikan untuk kegiatan pemasaran dan operasional perseroan. Perseroan memastikan telah merealisasikan sisa dana hasil penawaran umum perdana saham dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan dan prinsip GCG (good corporate governance) yang berlaku,” ucap Adi.
