Dompet Dhuafa Mulai Program 1.000 Rumah Sementara di Sumatra
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Dompet Dhuafa memulai program pembangunan 1.000 rumah sementara bagi penyintas banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sebagai bagian upaya pemulihan pascabencana dan percepatan relokasi warga dari tenda pengungsian.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sejak akhir November 2025 menyebabkan 171.379 unit rumah rusak hingga hancur di tiga provinsi tersebut. Kondisi itu mendorong Dompet Dhuafa mengambil langkah pemulihan dengan membangun hunian sementara bagi penyintas yang telah lebih dari 35 hari tinggal di pengungsian.
Pembangunan 1.000 rumah sementara atau rumtara dilakukan secara bertahap. Dompet Dhuafa menargetkan penyelesaian 200 unit pada Januari 2026 yang tersebar di ketiga wilayah terdampak. Sebagai bagian awal program pemulihan, Dompet Dhuafa meresmikan lima unit rumtara pertama pada Rabu (31/12/2025) di Tamiang Kota, Kabupaten Aceh Tamiang. Pembangunan berikutnya direncanakan di Pidie Jaya serta sejumlah titik lain di Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Rumtara dibangun di atas lahan bekas rumah penerima manfaat dengan ukuran bangunan 4,8 meter kali 4,8 meter. Hunian ini ditujukan terutama bagi penyintas yang rumahnya hancur dan tidak lagi dapat dihuni, sehingga mereka dapat segera keluar dari tenda pengungsian.
Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail menyampaikan apresiasi atas kontribusi Dompet Dhuafa dalam membantu masyarakat sejak awal bencana.
Baca Juga
Dompet Dhuafa dan Jemaah Masjid Al-Anshor Pekanbaru Kirim 700 Paket Rendang untuk Penyintas Bencana
“Sejalan dengan apa yang sedang disiapkan pemerintah yang menargetkan untuk sesegera mungkin memindahkan para penyintas dari tenda pengungsian ke hunian sementara, rumah sementara yang diberikan Dompet Dhuafa ini membantu masyarakat,” ujar Ismail dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah juga menyiapkan lahan tambahan agar pembangunan hunian sementara dapat diperluas.
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ahmad Juwaini mengatakan pembangunan rumtara merupakan bagian komitmen jangka menengah organisasi tersebut dalam mendampingi penyintas memasuki fase pemulihan.
“Hunian sementara yang kami beri nama rumtara ditargetkan 1.000 unit dalam 1 tahun ke depan. Oleh karena itu, kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, mitra-mitra kebaikan dan donatur,” ujarnya.
Ahmad berharap rumtara menjadi ruang aman dan nyaman bagi penyintas untuk menata kembali kehidupan mereka setelah bencana. Melalui rumtara, Dompet Dhuafa ingin menghadirkan lebih dari sekadar bangunan fisik.
"Kami ingin menghadirkan harapan, bahwa setelah bencana, masih ada masa depan yang bisa diperjuangkan, untuk calon penerima manfaat, kita prioritaskan kepada lansia yang rumahnya hancur tak bisa dipakai kembali, janda maupun yatim, termasuk ustaz atau guru honorer,” jelas Ahmad.
Selain pembangunan hunian sementara, Dompet Dhuafa juga menyiapkan berbagai program pemulihan pendukung di sekitar area rumtara, mulai penyediaan air bersih, listrik, taman bermain, hingga musala. Di sektor kesehatan, Dompet Dhuafa merencanakan reaktivasi fasilitas kesehatan, layanan pos medis, pos gizi, dan layanan bagi penyandang disabilitas.
Di bidang pendidikan, program yang disiapkan, meliputi sekolah ceria, sekolah darurat, bantuan perlengkapan sekolah, hingga renovasi sekolah terdampak. Sementara itu, pemulihan ekonomi dilakukan melalui perbaikan sektor usaha, program cash for work, serta pemberian modal usaha.
Baca Juga
Dompet Dhuafa juga terus melakukan distribusi air bersih melalui mobil tangki, pembangunan musala darurat, renovasi masjid, serta layanan servis motor gratis bagi warga terdampak.
Sejak hari pertama bencana pada akhir November 2025, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa telah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi, pencarian korban, dan penyaluran bantuan. Bantuan dikirim melalui jalur darat, laut, dan udara untuk menjangkau wilayah terpencil, termasuk pengiriman tiga ton bantuan udara ke Takengon, Aceh Tengah, serta distribusi puluhan ton logistik melalui jalur laut dan darat.
Hingga 30 Desember 2025, Dompet Dhuafa telah menjangkau 117.386 penerima manfaat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Berbagai layanan diberikan mulai dari evakuasi korban, dapur umum, layanan kesehatan, dukungan psikososial, hingga penyediaan kebutuhan dasar bagi bayi, ibu, lansia, dan anak-anak.

