Operasional Agincourt Tidak Termasuk di Dalam Aliran Air dan Longsoran; Wamen ESDM
Jakarta, Investortrust.id – Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan operasional pengelola tambang emas Martabe, PT Agincourt Resources, tidak termasuk di dalam aliran air dan longsoran selama bencana alam yang terjadi di kawasan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada November lalu.
Wamen ESDM juga akan terus memantau kegiatan pertambangan PT Agincourt Resources (PTAR) karena berdasarkan fakta di lapangan, 75% masyarakat setempat menggantungkan mata pencaharian mereka di tambang emas Martabe.
Hal ini dikatakan Wamen ESDM Yuliot Tanjung ketika menjawab pertanyaan wartawan pada kunjungannya ke posko Batu Hula, Desa Garoga, Batang Toru, Tapanuli Selatan, untuk meninjau Hunian Sementara bantuan dari ESDM didampingi Presiden Direktur PT Agincourt Resources Muliady Sutio pada Selasa, (23/12/2025).
"Jadi kita juga melihat untuk kondisi yang ada ternyata di daerah ini banyak bukit-bukit terjal, kemudian ada aliran air yang menyatu pada satu aliran. Jadi kalau kita lihat dari sisi operasional (Agincourt) sendiri tidak termasuk dalam aliran air dan juga adanya longsoran-longsoran, berdasarkan pemantauan kami itu tidak termasuk dalam area itu," katanya.
Yuliot akan memastikan operasional PTAR aman dari aspek lingkungan termasuk manfaat bagi masyarakat di sekitar area tambang. Kementerian ESDM juga akan terus memantau standardisasi dari sisi teknis maupun regulasi dari pemerintah.
Seperti diketahui, PT Agincourt Resources mendirikan posko bencana di Batu Hula sebagai respons cepat terhadap bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025, menyediakan dapur umum, layanan kesehatan, pangan, dan dukungan logistik darurat bagi warga terdampak. Posko ini bagian dari upaya tanggap darurat PTAR yang juga mendirikan posko di lokasi lain seperti Sumuran dan Sopo Daganak.
Dalam hitungan jam pascabencana, PTAR telah mengerahkan alat berat, helikopter, truk, bahan makanan dan sumber daya manusia untuk langsung membantu warga masyarakat yang terdampak bencana. Presiden Direktur Muliady Sutio bahkan sampai mengeluarkan pernyataan kepada jajarannya agar tidak memikirkan biaya dan memerintahkan untuk mengerahkan segenap daya upaya guna mendukung pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang terkena musibah untuk pemulihan pasca bencana.
Dikutip dari Antara, pada Kamis (4/12/2025) Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengunjungi beberapa posko tanggap bencana di Tapanuli Selatan, yakni di Desa Garoga, dan Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru.
Menurut catatan Kementerian ESDM dan Kementerian LHK, PT Agincourt Resources memegang kontrak karya seluas 130.252 hektar yang mencakup wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Mandailing Natal. Kegiatan penambangan sepenuhnya di kawasan dengan status Areal Penggunaan Lain (APL). Sedangkan realisasi penggunaan area penambangan hingga Desember 2024 hanya seluas 646 hektar, jauh lebih kecil dari kontrak karya yang dipegang.
Hingga akhir tahun 2024, PTAR telah mengembalikan lahan sisa kelola tambang seluas 39,52 hektar menjadi hutan kembali dengan tanaman berupa pohon keras dan produktif. PTAR juga menyediakan berbagai bibit tanaman yang bisa diambil oleh masyarakat tanpa biaya.

