Nestle Indonesia Beri Apresiasi kepada Peternak Sapi Perah Rakyat di Jawa Timur
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Nestle Indonesia memberikan apresiasi kepada peternak sapi perah rakyat atas kontribusi mereka dalam memperkuat industri persusuan nasional selama lima dekade terakhir. Apresiasi ini disampaikan bertepatan dengan peringatan 50 tahun kemitraan Nestle Indonesia bersama peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur.
Sekadar informasi, kemitraan yang dimulai sejak 1975 itu kini melibatkan lebih dari 13.000 peternak sapi perah rakyat yang tergabung dalam 28 koperasi di Jawa Timur. Kolaborasi ini berfokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas susu segar dalam negeri, sekaligus mendorong kesejahteraan peternak dan keberlanjutan rantai pasok industri susu nasional.
Presiden Direktur PT Nestle Indonesia Georgios Badaro mengatakan, kemitraan jangka panjang ini dibangun melalui pendampingan teknis, edukasi, serta dukungan pembiayaan bagi peternak.
“Selama 50 tahun terakhir, kami telah membangun kemitraan yang kuat dengan ribuan peternak sapi perah, koperasi, serta pemerintah pusat dan daerah, dan berperan penting dalam membangun komunitas persusuan yang tangguh di Jawa Timur,” ujarnya di Jakarta, Senin (15/12/2025).
Ia menegaskan, perusahaan meyakini pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan perkembangan komunitas tempat perusahaan beroperasi. Menurutnya, capaian lima dekade ini menjadi bukti nyata kuatnya kolaborasi berbasis kepercayaan antara industri dan peternak rakyat.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Wirata menilai kemitraan ini menjadi contoh kolaborasi strategis dalam menjawab tantangan ketersediaan susu segar, mutu pangan, serta keberlanjutan usaha peternakan rakyat.
“Kolaborasi ini membuktikan bahwa kemitraan berbasis kepercayaan mampu meningkatkan kualitas susu segar dalam negeri sekaligus memperkuat kesejahteraan peternak sapi perah rakyat,” kata Wirata. Ia menambahkan pemerintah terus mendorong penguatan sistem persusuan nasional sejalan dengan program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN).
Dari sisi industri, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat penguatan rantai pasok susu segar juga didorong melalui digitalisasi pos penampungan susu dan peningkatan teknologi. Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin Merrijantij Punguan Pintaria menyebut langkah tersebut penting untuk meningkatkan kualitas bahan baku bagi industri pengolahan susu.
Selain aspek ekonomi, Nestle Indonesia juga mendorong praktik pertanian berkelanjutan. Perusahaan mengembangkan pertanian regeneratif melalui pembangunan ribuan unit biogas, fasilitas pupuk kandang, serta program silvopastura untuk mendukung kelestarian lingkungan.
Sejak 1975, Nestle Indonesia tercatat melakukan pembelian susu segar dari peternak rakyat senilai lebih dari US$ 60 juta per tahun dan menanamkan total investasi sekitar US$ 617 juta di Indonesia. Apresiasi kepada peternak sapi perah rakyat ini dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat daya saing industri persusuan nasional secara berkelanjutan.

