UMKM Binaan Astra Sukses Cetak Transaksi Rp 70,79 Miliar di Trade Expo Indonesia 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – UMKM binaan Astra mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp 70,79 miliar atau setara US$4,29 juta serta menandatangani delapan Memorandum of Understanding (MoU) dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang digelar baru-baru ini.
“Capaian ini membuktikan bahwa produk masyarakat Indonesia memiliki daya saing global dan potensi besar untuk menembus pasar internasional,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto melalui penjelasan resminya di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Baca Juga
Keren! Desa Sejahtera Binaan Astra Ini Kirim Kopi Dengan Nilai Milyaran ke Thailand
Partisipasi tersebut melibatkan 23 UMKM binaan Astra yang difasilitasi melalui program Desa Sejahtera Astra dan Yayasan Dharma Bhakti Astra. Tujuannya, memperluas jejaring ekspor serta memperkenalkan produk lokal unggulan ke pasar internasional.
Sebelum tampil di pameran, seluruh UMKM binaan telah menjalani pelatihan ekspor intensif sepanjang Mei–Oktober 2025. Pelatihan ini mencakup peningkatan kemampuan produksi, standar kualitas, hingga strategi pemasaran global.
“Astra berkomitmen untuk terus mendampingi para pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperkuat manajemen usaha, dan memahami kebutuhan pasar global,” sambung Boy.
UMKM binaan Astra menempati booth di Hall 3A ICE BSD, pada 15–19 Oktober 2025. Mereka mewakili tiga kategori utama produk unggulan Indonesia, yaitu makanan dan minuman olahan, komoditas pertanian, serta kerajinan pendukung fesyen dan home décor.
Sebanyak 9 UMKM menampilkan produk makanan dan minuman seperti bawang goreng, jamur crispy, olahan kakao, madu, dan keripik laut. Sementara 6 UMKM menghadirkan komoditas pertanian berupa gula kelapa, rempah, kopi, minyak atsiri, dan kayu manis. Adapun 8 UMKM lainnya menampilkan produk kerajinan seperti kain tenun, alat dapur kayu, dan gerabah kombinasi serat alam.
Produk-produk ini menarik minat pembeli dari berbagai negara, dengan tujuan ekspor meliputi Australia, Jepang, Belanda, Malaysia, Kanada, Jerman, Uni Emirat Arab, Nigeria, hingga Amerika Serikat.
Selama pameran, para pelaku UMKM binaan Astra juga mengikuti business matching dengan calon pembeli dari Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Dari pertemuan tersebut, tercatat potensi transaksi tambahan sebesar Rp48,62 miliar atau sekitar US$2,95 juta.
Selain itu, 25 UMKM binaan Yayasan Astra turut berpartisipasi dalam pelatihan Strategi Ekspor, hasil kolaborasi antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan RI. Pelatihan ini disiapkan untuk memperkuat kesiapan UMKM dalam mengikuti TEI tahun berikutnya.
Boy menegaskan, keikutsertaan Astra dalam TEI 2025 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan UMKM dan peningkatan ekspor produk lokal. “Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar UMKM Indonesia dapat naik kelas dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Langkah ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
Informasi ini bisa diakes juga di:

