Astra Hadirkan Semangat Pemberdayaan melalui Kampung Berseri Astra Negeri Katon
Poin Penting
|
BANDAR LAMPUNG, investortrust.id – Mentari baru saja menyembul di ufuk timur. Cahayanya yang kemerahan berpendaran di teras-teras rumah warga Desa Negeri Katon, salah satu desa di Kabupaten Pesawaran, Lampung yang masuk program pemberdayaan Kampung Berseri Astra.
Kicau burung bersahut-sahutan menemani suasana tenang desa tersebut. Di teras rumah-rumah sederhana, tampak ibu-ibu dan remaja putri tekun menundukkan kepala. Jemari mereka lincah meletakkan benang emas dan perak di atas kain. Gerakan demi gerakan sulam itu melahirkan kain tapis, sebuah warisan budaya Lampung yang sakral, penuh makna, sekaligus menjadi sumber penghidupan keluarga.
Kegiatan membuat tapis menjadi denyut nadi kehidupan warga sejak 1980. Bukan sekadar menjaga warisan budaya Lampung, tetapi juga menjadi penguat ekonomi keluarga. Astra melalui program Kampung Berseri Astra hadir sejak 2019 mendampingi masyarakat Negeri Katon agar tradisi tapis tetap lestari sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan keluarga.
Baca Juga
“Astra berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi sosial berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. Melalui program Kampung Berseri Astra, kami mendorong pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang, mulai dari pelestarian budaya, peningkatan keterampilan, hingga penguatan kemandirian, agar mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi berikutnya,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Jumat (3/10/2025).
Hampir setiap warga Negeri Katon terlibat dalam pembuatan tapis. Pekerjaan ini umumnya dilakukan kaum ibu dan remaja putri. Proses pembuatannya tidak menggunakan mesin, melainkan teknik sulam tangan dengan meletakkan benang emas atau perak di atas kain yang menjadikan tapis unik dan bernilai tinggi.
Baca Juga
Astra Bangun 250 Rumah Layak Huni Gratis di Banyumas dan Garut
“Selain berbentuk kain sarung atau selendang, tapis kini dikembangkan menjadi berbagai produk, seperti busana muslim, dompet, taplak meja, hingga hiasan dinding, dengan ragam motif mulai dari gunung, lereng, hingga bukit,” tutur Boy Kelana.
Upaya pemberdayaan ini berjalan berkat kolaborasi dengan Nola Marta, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards bidang kewirausahaan pada 2019. Nola Marta adalah tokoh penggerak Kampung Berseri Astra Negeri Katon.
Nola mengolah hasil tapis para perajin menjadi produk fashion ramah lingkungan yang telah tampil di ajang bergengsi, dari Indonesia Fashion Week hingga International Fashion Week di New York.
Baca Juga
Selamatkan Pesisir, Astra dan Kalla Toyota Tanam 20.000 Mangrove di Sulsel
Sekitar 75% proses produksinya dikerjakan secara handmade, sehingga keaslian tradisi tapis tetap terjaga meskipun bertransformasi menjadi karya busana modern. Terbaru, karya Nola juga diperkenalkan dalam Fashion Nation 2025 di Jakarta, sebuah fashion show yang menampilkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan desainer binaan Astra dalam ekosistem fashion berkelanjutan.
Melalui berbagai kegiatan pendampingan yang diberikan, tapis dari Kampung Berseri Astra Negeri Katon tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi keluarga. Perempuan desa yang dulunya hanya menenun untuk kebutuhan adat, kini mampu meningkatkan kesejahteraan rumah tangga melalui produk tapis yang menjangkau pasar lebih luas.
“Semangat Astra dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di Indonesia sejalan dengan cita-cita Sejahtera Bersama Bangsa serta komitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia,” tegas Boy Kelana.

