Sedekah Pohon, Dompet Dhuafa Tanam 150 Pohon Produktif
Poin Penting
|
SERANG, BANTEN, investortrust.id – Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) menggulirkan program sedekah pohon. Bersama para santri, pengurus pesantren, relawan, dan masyarakat setempat, Dompet Dhuafa melakukan penanaman 150 pohon produktif dalam kesempatan ini.
Acara tersebut bertajuk ‘Menanam Kebaikan, Merawat Kehidupan: Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Pesantren’ itu akan menyasar sekitar 258 penerima manfaat, termasuk kelompok tani.
Dompet Dhuafa mengajak masyarakat menjaga lingkungan dengan mengelola 1 hektare lahan di Kampung Sidapang, Desa Sindang Mandi, Anyer, Serang, Banten. Penanaman di lahan kritis ini dilakukan agar masyarakat sadar bahwa lingkungannya tidak baik-baik saja.
“Terima kasih kami ucapkan kepada donatur yang mendukung program ini. Kemudian terima kasih juga kepada Pondok Pesantren Al Ihsan Anyer yang sudah merelakan lahannya menjadi sarana pemberdayaan jangka panjang bagi masyarakat di sini,” ungkap Deputi Direktur I Bidang Sosial, Dakwah, Kemanusiaan Dompet Dhuafa, Juperta Panji Utama, dikutip pada Selasa (30/9/2025).
Penanaman kembali lahan gundul dengan pohon-pohon produktif, dipercaya akan menguatkan produksi oksigen, yang kemudian turut menghasilkan buah dan memiliki nilai ekonomi. Sehingga program ini memiliki nilai keberlanjutan.
Baca Juga
'Greenhouse' Melon Banjar Jadi Magnet Petani Muda Binaan Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa membentuk kelompok tani dan menyiapkan pendampingan untuk mengelola dan merawat pohon di program ini.
“Kami sudah siapkan satu pendamping program di sini. Kemudian ilmunya kami transfer ke masyarakat,” tambah Panji.
Akhir pekan lalu, santri, pengurus pesantren, hingga masyarakat setempat pun bahu-membahu menanam 150 pohon produktif seperti durian, mangga, jambu, petai, dan jenis tanaman produktif lainnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Ihsan Anyer Ustaz Suryana Sudrajat menyampaikan, pihaknya akan mengembangkan jurusan agrowisata di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dikelola yayasan. Sebelumnya, sekolah ini mengutamakan jurusan informasi dan teknologi (IT).
“Harapannya nanti, hasil panennya tidak boleh hanya dijual dalam bentuk mentah. Tetapi kami akan kelola menjadi produk-produk tertentu dari hasil buah masing-masing pohon. Jadi setelah kita olah produknya, kami akan pasarkan ke lokasi-lokasi wisata,” tegas Suryana.
Sebagai pemilik lahan, Yayasan Pesantren Al Ihsan, Anyer pun berkomitmen menjaga fungsi lahan dan tidak akan menjual, menggadai, atau mengubahnya menjadi bangunan dalam kurun 5-10 tahun.
Tanaman produktif, hingga sistem tumpangsari dengan selingan tanaman singkong, ubi, serta kacang-kacangan juga diharap dapat mencegah longsor dan banjir. (Zsazya)

