Pupuk Indonesia Mau Ciptakan Proyek Amonia Hijau 'Hybrid' Pertama di Dunia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan akan menciptakan proyek amonia hijau hybrid pertama di dunia sebagai langkah strategis untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan.
Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi dalam acara Green Energy Summit 2025 bertajuk “Transisi Energi yang Adil: Menjaga Bumi, Menyejahterakan Rakyat" yang digelar Investortrust.id di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (23/9/2025).
"Di Jepang sudah mulai tender untuk melakukan meng-convert antara kebutuhan dari coal menjadi amonia dan coal. Nah, yang green energy ini izin saya mau menciptakan kita punya proyek yang global first. Jadi ini pertama kali di dunia kita mencoba menjadikan hybrid," ujar Rahmad.
Rahmad menjelaskan, proyek ini menggunakan bahan baku berupa air dan gas alam. Menurut Rahmad, keduanya dicoba dimasukkan kedalam pabrik yang sama.
"Dan ini kita kerja sama dengan Jepang, itu kita tanda tangan pada waktu itu ada Menteri Jepang dan ada Pak Rosan, kita mendapatkan grant dari pemerintah Jepang karena ini menjadi yang pertama di dunia," ungkap Rahmad.
Lebih lanjut, Rahmad menyebut, Pupuk Indonesia memanfaatkan peluang dari sinyal pasar global amonia bersih sebagai langkah strategis untuk menyeimbangkan kebutuhan energi dan ketahanan pangan secara bersamaan. Bersama TOYO dan Itochu dalam pengembangan pabrik hybrid green amonia pertama, Pupuk Indonesia berkomitmen mendukung inisiatif ketahanan pangan sekaligus melindungi bisnis dari disrupsi rantai pasok dan lingkungan.
"Ke depan tentunya kita akan terus berkembang kalau dilihat dari amonia capacity kita sekarang 7 juta di tahun 2050 dan semuanya grade. Ke depan ini justru grade-nya akan turun hanya menjadi sekitar 1,8. Kenapa masih ada grade? Karena kita butuhkan CO nya untuk carbon dioxide-nya untuk membuat urea. Nah ini nanti kita kembangkan di mana-mana," jelas Rahmad.
Di sisi lain, Rahmad membeberkan bahwa dekarbonisasi bagi Pupuk Indonesia merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap capaian ketahanan pangan nasional. Rahmad menambahkan, keberlanjutan industri Pupuk membutuhkan upaya revitalisasi industri pupuk untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan efisien.
"Kami sangat excited untuk bisa terus mendukung ketahanan pangan nasional, menjadi penopang energi pada saat yang sama mengurangi karbon emisi. Dan itu kita lakukan secara serius, kita sekarang sudah mulai menggarap proyek-proyek yang memang sudah mulai dijalankan. Yang terakhir adalah kita juga melakukan revitalisasi pabrik," pungkas Rahmad.

