Tak Sekedar Donasi, CSR Bisa Menjadi Kunci Sukses Program MBG untuk 82 Juta Orang
JAKARTA, Investortrust.id - Dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan besar sebaiknya tidak sekedar donasi, tetapi diarahkan untuk masyarakat desa sejalan kucuran dana desa yang nilainya signifikan. Salah satunya untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG).
“CSR bisa diarahkan untuk program pendampingan penyokong program MBG, itu wujudnya pendampingan ke petani desa,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Samsul Widodo di sela penghargaan TOP CSR Awards 2025 di Jakarta, Rabu (11/6/2025).
Baca Juga
PIS Raih 8 Penghargaan di 17th Annual Global CSR and ESG Summit and Award
Dalam keterangan yang diterima Kamis (12/6/2025), Samsul mengatakan, dapur MBG yang jumlahnya bisa 32.000-an, memerlukan pasokan bahan pangan. Dengan mengarahkan pada program MBG, maka dana CSR otomatis berperan dalam sistem pangan Indonesia. "Di situ, petani desa bisa mengambil peran signifikan. Mereka perlu pendampingan, dan itu bisa melalui program CSR,” kata dia.
Mengacu data Badan Gizi Nasional (BGN), sesuai desain awal APBN 2025, target penerima manfaat MBG pada kuartal IV 2025 mencapai 82,9 juta penerima yang akan dilayani oleh 32.000 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur umum di seluruh Indonesia. Adapun hingga Mei 2025, baru 1.386 titik SPPG atau naik 25,8% dari April 2025.
Selanjutnya, Samsul mengatakan bahwa sejatinya, dana desa membuat desa tak kekurangan dana. Namun, mereka perlu pendampingan. “Per tahun, dana desa itu ratusan triliun rupiah. Warga desa tak kurang dana, tetapi mereka perlu mendapat pendampingan agar dana itu bisa berjalan efektif untuk menggerakkan ekonomi desa,” kata dia.
Untuk itu, kata dia, akan sangat baik bila CSR perusahaan mengarah ke pendampingan untuk hal tersebut.
Ketua Penyelenggara TOP CSR Awards 2025, M Lutfi Handayani mengatakan bahwa TOP CSR Awards 2025 mengambil tema CSR for Sustainable Business Growth and Asta Cita Government Programs. Tema itu bertujuan mendorong perusahaan yang beroperasi di Indonesia dapat menjalankan program CSR untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan. “Selain itu, untuk mendukung pencapaian program Asta Cita Kabinet Merah Putih 2024-2029,” kata dia.
Baca Juga
Lutfi menambahkan, tujuan acara ini untuk mendorong implementasi CSR sesuai ISO 26000 SR (social responsibility) sebagai panduan global bagi perusahaan dalam menjalankan program CSR.
Sementara Ketua Dewan Juri TOP CSR Awards 2025 Mas Achmad Daniri menyampaikan di era modern, CSR tidak hanya donasi, kegiatan filantropi, atau bantuan sosial, tetapi bagian strategi bisnis korporasi. CSR bermanfaat untuk meningkatkan reputasi sebagai perusahaan yang bertanggung jawab, meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan dalam rantai bisnis perusahaan, dan mengurangi risiko bisnis.
"Bahkan, kini para investor dan lembaga pembiayaan, mensyaratkan implementasi CSR yang baik dengan mengadopsi pendekatan environment, social, governance (ESG)," kata dia.
Daniri menambahkan, agar program CSR perusahaan lebih efektif dan saling memberi manfaat, perusahaan dapat merancang melalui pendekatan creating shared value (CSV). Hal itu guna memberikan manfaat win-win bagi masyarakat sekitar dan bagi pemangku kepentingan, seperti pemda/pemerintah, atau perusahaan.

