PGN Perkuat Ketahanan Bisnis Lewat BCMS
JAKARTA, investortrust.id- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN memperkuat ketahanan operasional bisnis melalui penerapan business continuity management system (BCMS) guna memastikan keandalan pasokan energi di tengah tantangan industri.
"Dengan penerapan BCMS, memungkinkan PGN untuk mengidentifikasi potensi risiko, menyusun strategi mitigasi, serta mengembangkan prosedur pemulihan yang efektif demi memastikan layanan optimal kepada pelanggan," kata Direktur Manajemen Risiko PGN Arief Kurnia Risdianto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/2/2025).
Baca Juga
Lewat Inacraft 2025, PGN Dukung Perajin Sulaman Tradisional Ekspansi Pasar
Dia mengatakan, PGN menggandeng PLN, salah satu pelanggan utama untuk bersama-sama menegaskan pentingnya menghadapi dinamika industri dan risiko operasional. "Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dan memastikan keberlanjutan layanan kepada masyarakat," kata dia.
Dia mengatakan, sebagai perusahaan energi yang mengelola infrastruktur dan material berisiko tinggi, PGN berkomitmen meningkatkan ketahanan operasional melalui BCMS. "Sejak 2022, kami telah mengadopsi sistem ini dan memperoleh sertifikasi ISO 22301:2019 pada 2024, yang menjadi bukti standar internasional dalam pengelolaan keberlanjutan bisnis," kata Arief.
Baca Juga
Fokus di Jawa dan Sumatera, PGN (PGAS) Targetkan 1 Juta Sambungan Jargas
EVP Manajemen Risiko Financial dan Enabler PLN Deni Surya Permana mengatakan, PLN menyambut baik sinergi BCMS dengan PGN. Dalam 3-4 tahun terakhir, PLN telah memperkuat BCMS melalui empat strategi utama, yaitu diskusi publik, kebijakan mitigasi, risk modeling, dan pengembangan risk control center untuk meningkatkan ketahanan organisasi dan keberlanjutan bisnis di masa depan.
"Melalui sinergi BCMS, PLN dan PGN berkomitmen meningkatkan ketahanan energi nasional, memperkuat keberlanjutan bisnis, dan menghadirkan layanan energi yang lebih andal bagi masyarakat dan industri di Indonesia," kata Deni.

