PHE ONWJ Raih Penghargaan Internasional Global Corporate Sustainability Award 2024
JAKARTA, investortrust.id – Upaya Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) dalam memberdayakan masyarakat dan melindungi ekosistem pesisir melalui program JAM PASIR diganjar penghargaan internasional Global Corporate Sustainability Award (GCSA) 2024 kategori Praktik Terbaik (Best Practise), peringkat Great Practise. Penghargaan digagas Taiwan Institute for Sustainable Energy (TAISE), di Taipei, Taiwan, Rabu (20/11/2024).
Di pesisir Karawang, Jawa Barat, tepatnya di Dusun Pasir Putih, Desa Sukajaya, program JAM PASIR (Jaga Alam melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir) tak hanya fokus pada rehabilitasi lingkungan melalui pencegahan abrasi, dan restorasi mangrove. Inisiatif ini juga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui transformasi istri-istri nelayan menjadi pengusaha UMKM dan pengelolaan kawasan eduwisata.
Program JAM PASIR menjadi salah satu peraih GCSA 2024 dari 82 program unggulan yang datang dari 18 negara di kawasan Amerika Utara, Asia Tengah, Asia Selatan, Asia TimurLaut, Asia Tenggara, Eropa Utara, dan Eropa Barat. Ajang GCSA tahun ini memasuki tahunketujuh, sejak pertama kali diselenggarakan pada 2018.
Anugerah GCSA diberikan kepada program CSR yang digagas perusahaan yang menunjukkan kreativitas, kemampuan, dan hasil, yang selanjutnya akan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, lingkungan yang lestari, dan kemandirian sosial.
Keberhasilan PHE ONWJ mendapat GCSA membuktikan komitmen Pertamina dalam mengelola bisnis hulu migas yang berkelanjutan, dengan mengimplementasikan praktik tanggung jawab sosial dan lingkungan.
“Program JAM PASIR yang diinisiasi PHE ONWJ di Karawang dinilai memberikan dampak positif signifikan dalam memberdayakan masyarakat dan rehabilitasi Kawasan pesisir,” kata Danya Dewanti, Asisten Manager Communication Relations Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa dalam siaran pers, Jumat (29/11/2024).
Baca Juga
PHE ONWJ Berdayakan Masyarakat untuk Ubah Limbah Cangkang Rajungan
“Apresiasi kepada seluruh pemenang atas dedikasi dan kontribusi yang diberikan demi terwujudnya emisi nol bersih (net zero emission) dan pembangunan berkesinambungan untuk bumi,” ungkap Eugene Chien, Ambassador-at-large Eugene Republic of China (Taiwan).
Panel juri GCSA menilai program JAM PASIR berhasil menggerakkan perekonomian masyarakat dan dapat menjadi model program untuk direplikasi dan diadaptasi di wilayah pesisir lainnya untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.
Awalnya, untuk menahan bencana abrasi, tim PHE ONWJ, nelayan dan warga setempat melakukan inovasi dengan membuat appostraps (alat pemecah, peredam ombak dansedimen traps), yang dibuat dari ban bekas. “Inovasi ini mampu memulihkan lahanterdampak abrasi seluas 3,62 hektar, dan menambah garis pantai sepanjang 400 meter. Sebanyak 861 KK masyarakat pesisir terselamatkan dari abrasi,” kata Ery Ridwan, Head of Communication Relations & CID, PHE ONWJ.
Tidak itu saja, perekonomian warga setempat pun meningkat. Para perempuan, yang semula berprofesi sebagai pengupas rajungan, dilatih untuk mengolah potensi laut tersebut menjadi makanan olahan, seperti keripik. Pendapatan yang diperoleh Kelompok UMKM istri nelayan mencapai Rp 52 juta per tahun.
Program JAM PASIR telah membuka jalan bagi transformasi lingkungan, kesejahteraan, ekonomi dan sosial kemasyarakatan yang positif, serta memberikan harapan baru bagi keluarga nelayan di wilayah pesisir Karawang.
Baca Juga
Kinerja Cemerlang, PHE Capai Produksi Migas 1,046 Juta Barel Setara Minyak per Hari

