Pemerintah Ungkap 8 Titik Potensi Energi Angin, Kapasitasnya 1,8 GW
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan telah ditemukan delapan titik potensial untuk energi angin di wilayah Sumatera dan Jawa.
Dijelaskan oleh Eniya, kedelapan titik tersebut ditemukan berdasarkan hasil feasibility study oleh lembaga internasional United Nations Office for Project Services (UNOPS). Adapun potensinya adalah sebesar 1,8 gigawatt (GW).
“Potensinya 1,8 GW. Di Jawa 5 titik, Sumatera 3 titik. Ini sudah dipublikasikan di website-nya EBTKE, jadi dokumen studinya sudah diserahkan oleh UNOPS ke Kementerian ESDM melalui EBTKE. Itu kita publish secara umum dan ini bisa dipakai oleh masyarakat,” kata Eniya saat ditemui di Bidakara Hotel, Kamis (26/9/2024).
Baca Juga
Pemerintah Targetkan Tambahan Kapasitas Terpasang PLTB 5 GW hingga 2030
Eniya pun berharap delapan titik potensi energi angin ini nantinya dapat mengakselerasi bauran EBT nasional. Sebab, dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang dibuat PT PLN (Persero) ditargetkan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) sebanyak 5 GW hingga 2030.
“Kalau delapan titik ini bisa dipakai nanti studinya, terus langsung bisa direalisasikan dan masuk ke dalam RUPTL-nya PLN, nanti setelah publish mungkin kita selanjutnya akan diskusi dengan PLN. Kalau besok ada yang bangun, ya saya dorong. Jadi kalau itu direalisasikan semua, berarti kita bisa on the track memenuhi 5 GW di tahun 2030,” paparnya.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi angin di Indonesia sebesar 154,6 GW dengan rincian potensi angin onshore sebesar 60,4 GW dan potensi angin offshore sebesar 94,2 GW.
Baca Juga
Pengguna REC Naik 65%, PLN Tambah Suplai dari Pembangkit EBT Baru
Jika dirincikan lebih detil, wilayah timur Indonesia (Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara) memiliki potensi mencapai 40% dari potensi angin nasional. Namun, potensi angin yang dimanfaatkan menjadi PLTB hingga tahun 2024 ini masih sangat kecil, yakni 152,3 MW.
Lebih lanjut Eniya menerangkan, studi-studi yang masuk ke EBTKE nantinya akan secara rutin dipublikasikan, karena itu bisa mendorong posisi investasi. Selain energi angin, energi geothermal, dan surya juga masuk di website Just Energy Transition Partnership (JETP).
“Jadi program JETP nanti akan launching portal, nah portal itu sedang dibuat dan di dalamnya ada proyek-proyek yang kemungkinan bisa diberikan investasi internasional. Jadi kita terbuka untuk mengumumkan hal itu,” sebut Eniya.

