Perkuat ESG, BRI Siapkan Berbagai Inisiatif Keberlanjutan
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI semakin memperkuat komitmennya dalam penerapan prinsip-prinsip environmental, social, and governance (ESG) melalui berbagai inisiatif strategis yang fokus pada keberlanjutan lingkungan.
Sebagai upaya mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2050, BRI melaksanakan beberapa program lingkungan, di antaranya program Zero Waste to Landfill dan program penghijauan BRI Menanam & BRI Menanam Grow & Green.
Baca Juga
Tiga Tahun Holding Ultra Mikro BRI Group Layani 176 juta Nasabah Simpanan dan 36,1 Juta Debitur
Direktur Kepatuhan BRI, A Solichin Lutfiyanto mengungkapkan, BRI memandang prinsip ESG sebagai komponen integral dalam model bisnisnya.
“Tujuannya adalah memastikan setiap kegiatan operasional bank tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Solichin dalam acara Penguatan BUMN Menuju Indonesia Emas: Memaksimalkan Peran Jasa Keuangan di Era ESG, di Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Solichin, sebagai bagian dari komitmen ESG, BRI berupaya menciptakan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan planet. Program Zero Waste to Landfill dan BRI Menanam Grow & Green mencerminkan langkah nyata BRI dalam mengurangi jejak karbon, memulihkan ekosistem, dan memberdayakan masyarakat.
Program Zero Waste to Landfill yang dicanangkan BRI, kata Solichin, merupakan salah satu langkah penting mengurangi dampak operasional bank terhadap lingkungan.
“Program ini berfokus pada pengelolaan limbah yang komprehensif untuk menghasilkan avoided emission melalui serangkaian aktivitas mulai dari pemilahan, pembuangan, pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan,” papar dia.
Dia menjelaskan, sampah yang dihasilkan akan digunakan kembali atau didaur ulang sehingga mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dan mencemari lingkungan. Melalui implementasi program ini, jumlah limbah yang didaur ulang mencapai 591.203 kg, setara pengurangan emisi 441.817 kg CO₂e (kilogram ekuivalen karbon dioksida) pada 2023.
Solichin Lutfiyanto mengemukakan, tidak hanya fokus pada pengelolaan limbah, BRI juga melaksanakan program penghijauan yang masif melalui BRI Menanam, maupun program BRI Menanam Grow & Green. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga bumi dan melestarikan segala sumber daya alam di dalamnya.
Dia menambahkan, pada 2023, BRI mendistribusikan 904.196 bibit pohon ke 2.593 desa yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, BRI menyediakan bibit, sementara yayasan dan kelompok tani melakukan persiapan lahan, penanaman benih, serta pemantauan dan pendataan pertumbuhan pohon.
Dalam program tersebut, menurut dia, BRI memilih jenis tanaman yang dapat menyerap polutan di udara. Juga tanaman yang diharapkan mampu menghasilkan dampak ekonomi bagi masyarakat, seperti alpukat, durian, dan mangga.
“Tahun lalu, melalui program BRI Menanam, BRI berhasil menanam 904.196 bibit pohon produktif yang disalurkan kepada nasabah mikro dan Desa BRIliaN. Dari kegiatan tersebut, penyerapan CO2 diperkirakan mencapai780.606 kgCO2e,” tutur dia.
Baca Juga
Direktur BRI Ungkap Tantangan Pembiayaan Berkelanjutan di Indonesia
Di sisi lain, Ekonom Ryan Kiryanto mengungkapkan, penerapan ESG berpengaruh positif terhadap reputasi perusahaan. “Saat ini, perusahaan atau bank yang menerapkan ESG biasanya diminati oleh investor. Investor akan mencari emiten yang comply terhadapprinsip ESG,” tandas dia.
Ryan menjelaskan, komitmen BRI terhadap ESG ditujukan untuk mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca, yang juga mendukung upaya global dalam mengatasi perubahan iklim.
“BRI berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi dalam menciptakan produk dan layanan yang mendukung transisi menuju ekonomi berkelanjutan, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan dari setiap inisiatif yang dijalankan,” ucap dia.

