Kadin: Kolaborasi Pemerintah, Swasta, dan Akademisi Penting untuk Kembangkan Industri Baterai Nasional
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Kamar Dagang Industri (Kadin) Shinta W Kamdani mengungkapkan, untuk mengembangkan industri baterai nasional perlu kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan akademisi.
“Tiga serangkai ini penting untuk mendorong inovasi, membangun infrastruktur yang kuat, dan menumbuhkan lingkungan tempat teknologi berkelanjutan dapat berkembang,” ujarnya, dalam acara International Battery Summit 2024, di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (29/7/2024).
Hal tersebut, lanjut Shinta, sebagai langkah untuk mencapai Indonesia Emas 2045, yang mencakup penguatan pada energi berkelanjutan. Hal tersebut salah satunya dapat dilakukan dengan penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang ramah lingkungan pada kehidupan sehari-hari.
Baca Juga
Pengamat Ini Tekankan Pentingnya Insentif Kendaraan Listrik dari Pemerintah, Kenapa?
“Upaya kami selaras dengan tujuan nasional untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 melalui transisi energi dan pengembangan ekosistem EV yang komprehensif termasuk baterai,” katanya.
Menurutnya, ketika berbicara mengenai baterai, menjadi hal penting untuk mempertimbangkan seluruh siklusnya dari hulu ke hilir. Mulai dari ekstraksi bahan baku hingga proses daur ulang pada akhir masa pakainya.
Baca Juga
Luhut Sebut Indonesia akan Dirikan Pusat Riset Baterai Kendaraan listrik di Morowali
Seperti diketahui, baterai adalah jantung dari kendaraan listrik. Benda satu ini menyimpan energi listrik yang kemudian diubah menjadi tenaga untuk menggerakan sebuah kendaraan. Oleh karena itu, pengembangan industri baterai di dalam negeri sangat penting, seiring dengan upaya transisi menuju energi berkelanjutan.
“Industri baterai domestik yang kuat sangat penting untuk menarik investasi dengan menunjukkan kesiapan ekosistem baterai Indonesia dari produksi hingga daur ulang,” ucap Shinta.

