Indonesia Kembangkan 5 Proyek Hidrogen Bersih
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia sedang mengembangkan sejumlah proyek hidrogen bersih. Hal ini penting dalam upaya mengurangi emisi karbon dan mewujudkan net zero emission (NZE) 2060.
Deputi Menteri Koordinator Bidang Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Jodi Mahardi menyebutkan, Pemerintah Indonesia telah mengembangkan rencana strategis dan sedang aktif membangun sektor hidrogen domestik dengan langkah-langkah konkret.
“Seperti misalnya dengan meningkatkan efisiensi penggunaan hidrogen hingga di atas 50%, mengembangkan akses ke jaringan listrik lokal dan skala mikro, menciptakan regulasi yang jelas tentang perdagangan emisi, pajak karbon, dan insentif,” kata Jodi Mahardi dalam acara Indonesia International Hydrogen Summit 2024 di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu (19/6/2024).
Baca Juga
Pemerintah Ungkap Potensi Indonesia Jadi Pemimpin Produsen Hidrogen di ASEAN
Lebih lanjut Jodi menyampaikan langkah konkret lainnya adalah dengan mengintegrasikan industri hidrogen dan peningkatan infrastruktur. Produksi hidrogen rendah karbon sesuai dengan kebijakan perdagangan internasional, penggunaan bahan bakar rendah karbon untuk komoditas ekspor, dan perjanjian teknis bilateral juga menjadi fokus utama.
Berikut adalah beberapa proyek hidrogen bersih yang sedang dikembangkan di Indonesia:
1. Batam Bintan Green Hydrogen Cluster dengan kapasitas yang direncanakan 25 – 100 ktpa, beroperasi pada Q1 2027.
2. Sumatra Clean Hydrogen Cluster dengan kapasitas yang direncanakan 25 – 100 ktpa, beroperasi pada Q1 2027.
3. Cilegon Clean Hydrogen Cluster dengan kapasitas yang direncanakan (TBC), beroperasi pada Q3 2027.
4. North Sulawesi Green Ammonia Cluster dengan kapasitas yang direncanakan 500 ktpa, beroperasi pada Q1 2030.
5. Sumatra-Java Blue Ammonia Project dengan kapasitas yang direncanakan 730 ktpa (TBC).
"Kelima proyek hidrogen bersih tersebut sedang dikembangkan di Indonesia, memanfaatkan sumber daya energi terbarukan yang signifikan dan kapasitas penyimpanan karbon negara ini untuk memproduksi hidrogen hijau dan biru," ujar Jodi.

