Gandeng Rekosistem, Mandiri Capital Indonesia Resmikan Waste Station
JAKARTA, investortrust.id - PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) dan Rekosistem resmi meluncurkan Waste Station MCI di Menara Mandiri II, Jakarta Selatan, Rabu (21/2/2024).
Sebagai catatan MCI merupakan Corporate Venture Capital (CVC) serta perusahaan anak dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Chief Executive Officer MCI, Ronald Simorangkir menyebut, Waste Station MCI merupakan inisiatif yang telah dilakukan pihaknya bersama Rekosistem sejak tahun lalu.
Adapun, kolaborasi ini sebagai bentuk tanggung jawab MCI terhadap lingkungan dan mendukung net zero emission (NZE) operation pada tahun 2030.
"Upaya kami ini sebagai langkah kecil untuk berkontribusi melalui (pengelolahan) sampah," ujarnya.
Baca Juga
Mandiri Investment Forum 2024 Bidik Pertumbuhan Sektor Manufaktur
Secara jelas, Waste Station MCI sendiri adalah stasiun daur ulang yang memberikan akses kepada masyarakat untuk menyetorkan sampahnya dengan menggunakan aplikasi Rekosistem.
Lebih lanjut, Ronald meyebut, dari Waste Station MCI yang diluncurkan tepat pada Hari Peduli Sampah Nasional 2024 tersebut, dirinya yakin dan optimis mampu mengumpulkan 5 hingga 6 ton sampah di kawasan Menara Mandiri.
Di sisi lain, Ronald mengatakan, peluncuran Waste Station MCI bertujuan untuk mengunggah hati orang-orang agar dapat membuang sampah dengan baik.
"Dan yang kedua adalah sebagai salah satu bukti bahwa Bank Mandiri sudah memulai langkah kecil, diharapkan nantinya juga diikuti oleh yang lainnya," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Alexandra Askandar menyebut, kolaborasi kali ini merupakan aspirasi utama dan wujud nyata implementasi program enviromental, social, and governance (ESG) sebagai upaya meningkatkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dalam lingkungan Bank Mandiri dan perusahaan anak.
"Sebagai institusi keuangan, tentu Bank Mandiri memiliki tanggung jawab dan komitmen untuk terus mengintegrasikan aspek-aspek bisnis, sosial, dan lingkungan," terangnya.
"Melalui kegiatan ini, harapan kami dapat berkontribusi, menginspirasi di Gedung Menara Mandiri dan kawasan sekitar SCBD untuk mengadopsi kebiasaan ramah lingkungan," lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Chief Executive Officer Rekosistem, Ernest C. Layman membeberkan, dengan adanya Waste Station MCI, dirinya ingin mendorong dan membuka akses pemilahan dan pengelolaan sampah di hulu.
"Selama ini kita sering kali bingung, saat mengelola sampah gimana sih cara milah yang tepat. Yang kedua, setelah diangkut, nanti sampahnya benar nggak ya didaur ulang atau malah nanti dicampur lagi. Yang ketiga, apa sih keuntungannya dengan memilah sampah," jelas Ernest.
Baca Juga
WSBP Kantongi Proyek Jumbo dari HK, Pasok PC-I Girder ke PLTU Jawa
Dengan adanya Waste Station MCI, kata Ernest, semua itu terjawab. Menurutnya, Waste Station MCI menerapkan proses single trip receiving.
"Buat daur ulang nggak usah bingung-bingung, plastik, kardus, kertas, logam, kaca bisa dicampur satu, setorkan ke tempat daur ulang, sehingga proses pemilahannya itu dapat," paparnya.
Selain itu, Ernest menjelaskan, Waste Station MCI juga memiliki insentif yang bisa ditarik menjadi poin.
"Dengan hal ini kita mendorong, artinya proses pemilahan sampah yang tampaknya sulit, ternyata mudah loh, yang katanya tidak ada benefit sama sekali bisa loh, yang tadinya nggak transparan jadi transparan," paparnya.
Sebagai informasi, jenis sampah yang bisa diterima untuk mendapatkan poin, yaitu sampah minyak jelantah dan sampah anorganik (plastik, logam, kertas, e-waste atau non B3, dan kaca)
Secara rinci, untuk minyak jelantah akan mendapatkan poin 3.000/kg dan sampah anorganik 800 poin/kg.

