Yili Indonesia Gandeng BPOM dan 5 Kampus Perkuat UMK Pangan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Yili Indonesia Dairy, perusahaan susu yang beroperasi di Indonesia, memperkuat dukungan terhadap pengembangan daerah melalui kolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta sejumlah perguruan tinggi dalam program kuliah kerja nyata (KKN) Tematik Keamanan Pangan 2026 atau KKNT KP. Kolaborasi tersebut mendorong mahasiswa untuk turun langsung ke desa dan mendampingi masyarakat serta usaha mikro dan kecil (UMK) pangan olahan dalam meningkatkan pemahaman mengenai keamanan pangan dan pemenuhan aspek administrasi usaha.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian Yili Indonesia dari upaya memperluas manfaat pengembangan ekonomi hingga ke daerah di luar Jawa. Perusahaan melihat perguruan tinggi sebagai pusat pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia, sementara UMK pangan menjadi salah satu bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga
Produsen Eskrim Yili Indonesia, Kerahkan Hawker demi Rambah Pasar Lebih Besar
Presiden Direktur PT Yili Indonesia Dairy Yu Miao mengatakan perusahaan melihat pengembangan Indonesia perlu berjalan secara bersama dan merata, termasuk melalui penguatan kapasitas masyarakat serta pelaku usaha di daerah.
“Kemajuan Indonesia perlu dibangun secara bersama dan merata, termasuk memberikan perhatian serta dukungan terhadap pengembangan daerah di luar Jawa. Perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia di daerah, sementara UMK menjadi bagian penting dari penggerak ekonomi masyarakat,” kata Yu Miao dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).
Melalui kolaborasi dengan BPOM dan perguruan tinggi, Yili Indonesia turut mendukung program yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan sekaligus memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat dan UMK pangan.
Program KKN Tematik Keamanan Pangan merupakan inisiatif BPOM yang melibatkan mahasiswa sebagai Fasilitator Keamanan Pangan dan Kader Keamanan Pangan. Sebelum diterjunkan ke desa, mahasiswa mendapatkan pembekalan teknis terkait keamanan pangan.
Setelah mendapatkan pembekalan, mahasiswa memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat serta pelaku UMK pangan olahan. Kegiatan tersebut mencakup aspek keamanan pangan hingga pemahaman mengenai proses produksi dan perizinan usaha.
Kolaborasi itu juga melibatkan dunia usaha melalui dukungan corporate social responsibility (CSR), dengan perguruan tinggi menjadi salah satu mitra utama dalam pelaksanaan program. Dukungan industri digunakan untuk membantu operasional mahasiswa di lapangan, pengadaan alat produksi sederhana bagi UMK binaan, serta penyelenggaraan pameran hasil kegiatan KKN di desa.
Mahasiswa Dampingi UMK Pangan
Program KKNT KP memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan kompetensi yang diperoleh di kampus secara langsung di masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Merdeka Belajar-Kampus Berdampak atau MBKB.
Pada 2026, salah satu pelaksanaan program melibatkan Universitas Mataram. Mahasiswa mendapatkan pembekalan teknis sebelum menjalankan kegiatan pendampingan di lapangan. Universitas Mataram menjadi salah satu dari lima perguruan tinggi yang tercantum dalam kolaborasi Program KKNT Keamanan Pangan BPOM 2026. Program tersebut juga melibatkan IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Tanjungpura.
Perwakilan Universitas Mataram Maiser Syaputra mengatakan program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi sekaligus berkontribusi kepada masyarakat.
“Bagi Universitas Mataram, program KKN Tematik Keamanan Pangan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang mereka peroleh sekaligus berkontribusi secara nyata bagi masyarakat,” kata Maiser.
Baca Juga
Menurut dia, pendampingan di 10 desa memungkinkan mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pelaku UMK pangan, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai keamanan pangan, proses produksi yang baik, serta pemenuhan aspek administrasi dan regulasi. “Kami mengapresiasi kolaborasi dengan BPOM dan dukungan dari mitra industri seperti Yili Indonesia yang turut memperkuat pelaksanaan program ini di daerah,” ujar Maiser.
Yili Group merupakan perusahaan susu terbesar di Asia yang telah mempertahankan posisi terdepan selama 11 tahun berturut-turut. Perusahaan tersebut juga tercatat masuk dalam lima besar merek produk susu global pada 2022.
