Akses Pendidikan Tinggi Baru 31,45%, BRIDS Perkuat Beasiswa bagi Mahasiswa Kurang Mampu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Akses pendidikan tinggi di Indonesia masih rendah, baru mencapai 31,45%. Kondisi ini mendorong PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memperkuat dukungan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga dengan keterbatasan finansial.
BRIDS, anak perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, tahun ini menyalurkan beasiswa senilai Rp120,05 juta kepada 12 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. Beasiswa disalurkan melalui kerja sama dengan Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) sebagai bagian pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan.
Menurut Plt Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, Fifi Virgantria, program tersebut menjadi tahun keempat kolaborasi BRIDS dengan Yayasan KSE. “Sejak pertama kali dilaksanakan, program ini telah memberikan manfaat kepada sekitar 49 mahasiswa dari berbagai PTN di Indonesia dengan total bantuan mencapai Rp476,52 juta,” kata Fifi dalam keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).
Fifi mengungkapkan, bagi BRIDS, dukungan terhadap pendidikan tinggi tidak berhenti pada pemberian bantuan finansial. Program tersebut diarahkan untuk membantu mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi menyelesaikan Pendidikan, sekaligus meningkatkan kompetensi agar memiliki peluang lebih besar memasuki dunia kerja.
Baca Juga
Perkuat Peran Riset dalam Pendalaman Pasar Modal, BRIDS Raih Pengakuan Global
Dia menjelaskan, kebutuhan memperluas akses pendidikan bagi kelompok kurang mampu juga menjadi perhatian dalam Global Education Monitoring (GEM) Report 2026 yang diterbitkan UNESCO. Laporan tersebut menyebutkan perluasan bantuan pendidikan dapat meningkatkan partisipasi kelompok kurang mampu dalam pendidikan tinggi.
Bantuan berbasis kebutuhan (needs-based grants) juga dapat membantu mengurangi risiko mahasiswa putus kuliah dan meningkatkan peluang menyelesaikan pendidikan tepat waktu, terutama jika disertai pendampingan dan pengembangan kapasitas. “Badan Pusat Statistik (BPS) pun mencatat angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi pada 2025 baru mencapai 31,45%,” tutur dia.
Fifi Virgantria menegaskan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang memberikan dampak berkelanjutan bagi Indonesia. "Di BRIDS, kami meyakini bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik untuk menciptakan generasi yang unggul, adaptif, dan berintegritas,” ujar dia.
Melalui program TJSL yang berkelanjutan, menurut Fifi, BRIDS tidak hanya ingin membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan kapasitas diri agar siap menjadi talenta yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.
“Kolaborasi bersama Yayasan Karya Salemba Empat selama empat tahun terakhir menjadi wujud nyata komitmen kami dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan," tandas Fifi.
Ketua Yayasan Karya Salemba Empat, Adrian Karim Januar mengatakan, pemerataan akses pendidikan tinggi membutuhkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan dunia usaha. Mewujudkan akses pendidikan tinggi yang lebih merata membutuhkan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan, dari pemerintah hingga dunia usaha.
“Kami mengapresiasi komitmen BRIDS yang secara konsisten mendukung program beasiswa ini selama empat tahun terakhir,” ucap dia.
Baca Juga
IDX, BRIDS, dan IIX Perkuat Ekosostem Obligasi Tematik untuk Garap Potensi Pasar Rp7.800 Triliun
Adrian Karim menerangkan, selain bantuan finansial, penerima beasiswa Yayasan KSE mendapatkan berbagai program pengembangan kapasitas, seperti pelatihan kepemimpinan, pengembangan karakter, peningkatan kompetensi, dan pembinaan jejaring antarmahasiswa.
Pendekatan tersebut, kata dia, diharapkan mampu membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kesiapan menghadapi dunia kerja. “Dengan demikian, manfaat beasiswa diharapkan tidak berhenti pada keberlangsungan pendidikan, tetapi berlanjut pada peningkatan kualitas SDM,” papar dia.
BRIDS berjanji akan terus menjalankan program TJSL yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Investasi pada pendidikan merupakan bagian penting dari upaya memperkuat kualitas SDM, sekaligus mempersiapkan generasi yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia,” ujar Fifi Virgantria.
Fifi menambahkan, program itu juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta mendukung upaya mewujudkan SDM yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
