Pendidikan Inklusif MIND ID Tingkatkan Keterampilan dan Percaya Diri Anak Disabilitas
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Grup MIND ID memperluas akses pendidikan inklusif bagi anak penyandang disabilitas melalui berbagai program pendampingan belajar, pelatihan keterampilan, serta layanan terapi di sejumlah wilayah operasional. Inisiatif ini bertujuan membuka kesempatan belajar yang lebih setara sekaligus mendukung tumbuh kembang anak agar mampu mengembangkan potensinya secara optimal.
Pendidikan yang inklusif masih menjadi tantangan di Indonesia. Banyak anak penyandang disabilitas yang belum memperoleh akses memadai terhadap fasilitas pendidikan, pendampingan belajar, maupun layanan terapi. Padahal, hak memperoleh pendidikan yang berkualitas merupakan hak setiap anak tanpa terkecuali.
Baca Juga
Sokong Generasi Emas, Grup MIND ID Salurkan 5.322 Beasiswa hingga Pelosok Pesisir
Salah satu program dijalankan Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk ANTM) atau Antam, perusahaan pertambangan anggota Grup MIND ID, melalui program Sekolah Inklusi di Jakarta Timur. Selama satu tahun, sebanyak enam anak penyandang disabilitas menerima pendampingan intensif yang berfokus pada peningkatan kemampuan belajar sekaligus pengembangan keterampilan dan rasa percaya diri.
Program tersebut menyediakan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari laptop, ruang belajar yang nyaman, hingga sarana pendidikan lainnya. Peserta juga mengikuti pelatihan keterampilan menjahit dan menyablon sehingga mampu menghasilkan produk secara mandiri, seperti tas dan tempat pensil.
Hasil pendampingan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Rata-rata kemampuan kognitif peserta meningkat hingga 80% sampai 90% selama mengikuti program. Selain itu, sejumlah peserta juga berhasil meraih prestasi di bidang nonakademik. Sebanyak empat anak menjadi juara taekwondo, sementara dua anak lainnya meraih gelar juara renang.
Thomas Hatmadi, orang tua salah satu peserta, mengatakan perubahan terbesar yang dirasakan bukan hanya pada kemampuan belajar anaknya, tetapi juga tumbuhnya rasa percaya diri setelah mengikuti program tersebut.
"Dulu anak saya minder dan rendah diri karena memiliki keterbatasan terkait sekolah formalnya. Berkat pendampingan dari ANTAM, sekarang dia lebih aktif berkegiatan, tidak lagi merasa minder, dan Alhamdulillah berhasil menjadi juara Taekwondo Championship dari Dankbrimob," ujarnya dikutip Senin (20/6/2026).
Upaya serupa juga dilakukan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), perusahaan aluminium anggota Grup MIND ID, di Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara. Melalui program Taman Asuh Sayang Anak atau Tamasya, Inallum mengembangkan PAUD INATA sebagai ruang belajar yang memberikan akses pendidikan gratis dan subsidi bagi 50 balita dari keluarga prasejahtera.
Program tersebut diperkuat melalui peresmian Rumah Inklusi Smart Kids pada November 2025. Fasilitas tersebut menjadi pusat terapi pertama di Kabupaten Batu Bara yang menyediakan layanan bagi anak penyandang disabilitas. Kehadiran fasilitas ini memudahkan keluarga memperoleh layanan terapi tanpa harus melakukan perjalanan ke daerah lain.
Keberadaan PAUD INATA dan Rumah Inklusi Smart Kids juga memberikan manfaat bagi para orang tua yang bekerja, khususnya pedagang di sekitar kawasan pasar. Mereka dapat tetap menjalankan aktivitas ekonomi tanpa mengabaikan kebutuhan pendidikan maupun tumbuh kembang anak.
Kalimadew, salah seorang orang tua penerima manfaat yang sehari-hari berdagang di Pasar Delima, mengatakan kehadiran kedua fasilitas tersebut memberikan rasa tenang bagi keluarganya.
Baca Juga
Serunya Belajar Jadi Penambang di Ajang JMFF 2026 Besutan MIND ID
"Kehadiran PAUD dan Rumah Inklusi ini sangat meringankan saya karena anak saya yang penyandang disabilitas bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan gratis tanpa saya harus khawatir saat sedang berjualan," katanya.
Program yang dijalankan Antam dan Inalum menunjukkan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya berarti menyediakan ruang belajar. Pendekatan tersebut juga membangun ekosistem yang mendukung anak penyandang disabilitas melalui pendidikan, pengembangan keterampilan, hingga layanan terapi yang lebih mudah dijangkau.

