Peringati 1.000 Hari Krisis Palestina, Dompet Dhuafa Konsisten Salurkan Bantuan Kemanusiaan
Poin Penting
|
JAKARTA – Memasuki 1.000 hari krisis kemanusiaan dan genosida di Palestina, lembaga kemanusiaan global Dompet Dhuafa menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan amanah dan bantuan dari masyarakat Indonesia. Langkah ini diambil di tengah hancurnya 90 persen wilayah Gaza yang kini mayoritas tidak layak huni akibat konflik berkepanjangan.
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, mengungkapkan bahwa pembatasan ketat terhadap distribusi logistik telah memperburuk krisis pangan dan kesehatan. Saat ini, hampir 400.000 warga Gaza diperkirakan hanya mampu makan satu kali sehari, sementara lebih dari 62 persen persediaan obat-obatan di layanan kesehatan primer telah habis.
Rumah sakit yang tersisa terpaksa beroperasi dengan keterbatasan listrik, obat, bahan bakar, dan tenaga medis.“Selama tiga tahun terakhir, Dompet Dhuafa bekerja melalui berbagai jalur kemanusiaan, termasuk kolaborasi dengan pemerintah Indonesia, jejaring kemanusiaan internasional, dan mitra-mitra lokal di Gaza agar bantuan tetap dapat masuk meski akses sangat terbatas,” ujar Ahmad Juwaini dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga
Dorong Pemuda Jadi Wirausaha, LPM Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Budidaya Lobster di Karawang
Rangkaian program yang telah digulirkan Dompet Dhuafa meliputi distribusi paket pangan darurat, pengiriman obat-obatan dan alat kesehatan, dukungan operasional ambulans wakaf, serta bantuan bahan bakar rumah sakit. Selain itu, lembaga ini menyalurkan perlengkapan musim dingin seperti selimut dan matras, mendirikan dapur umum makanan siap saji, membangun sumur air bersih, hingga mengirimkan truk kontainer bantuan via Mesir.
Pada tahun 2026, Dompet Dhuafa kembali memberangkatkan tim kemanusiaan ke Mesir untuk membawa kontainer berisi bahan pangan dan alat medis. Ambulans wakaf di Gaza juga dipastikan terus beroperasi melayani para korban. Secara global, relawan Dompet Dhuafa terlibat langsung dalam aksi solidaritas Global Sumud Flotilla dan Global Peace Convoy Indonesia.
Tak hanya bantuan darurat, Dompet Dhuafa kini tengah menyiapkan dukungan fase pemulihan (recovery) seperti penguatan fasilitas kesehatan, penyediaan alat medis, hingga rehabilitasi layanan publik jika kondisi telah memungkinkan.
Ahmad menegaskan bahwa 1.000 hari ini menjadi pengingat bagi dunia bahwa krisis kemanusiaan di Palestina belum berakhir. Solidaritas luar biasa dari masyarakat Indonesia melalui donasi ini menjadi bukti nyata bahwa jarak geografis tidak mengurangi kepedulian terhadap penderitaan sesama manusia di Palestina.
Baca Juga
Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Targetkan Latih 600 Tenaga Kerja Terampil di 2026
