Perkuat Strategi Penurunan Emisi, Telkomsel (TSEL) Operasikan 1.361 BTS Tenaga Surya
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel (TSEL) terus memperkuat upaya pengurangan emisi karbon melalui pengembangan infrastruktur hijau. Hingga 2025, perusahaan menyebut telah mengoperasikan sekitar 1.361 Base Transceiver Station (BTS) bertenaga surya di berbagai wilayah Indonesia.
Pengembangan BTS tenaga surya menjadi bagian dari strategi keberlanjutan Telkomsel melalui pilar "Jaga Bumi". Langkah ini dilakukan untuk menyeimbangkan ekspansi jaringan dengan upaya menjaga lingkungan.
Vice President Corporate Innovation, Sustainability & Marketing Telkomsel, Mia Melinda mengatakan, prinsip keberlanjutan kini terintegrasi dalam proses bisnis perusahaan. Karena itu, pengembangan jaringan dan investasi teknologi mulai mengutamakan solusi yang lebih ramah lingkungan.
"Yang kami lakukan terkait penurunan emisi di alat-alat produksi kami misalnya, itu lebih ke arah bagaimana kami lebih memilih menggunakan Green BTS apabila dimungkinkan," kata Mia dalam acara peluncuran Sustainability Report 2025 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Selain membangun BTS hijau, operator pelat merah itu juga menjalankan berbagai program efisiensi energi. Aspek keberlanjutan kini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengadaan teknologi dan inovasi baru.
Mia pun menjelaskan bahwa investasi ESG tidak dialokasikan pada anggaran khusus. Sebaliknya, prinsip sustainability diterapkan langsung dalam keputusan operasional dan bisnis perusahaan.
Baca Juga
Telkomsel (TSEL) Luncurkan Sustainability Report 2025, Fokus Jaga Bumi, Cita, dan Data
Berdasarkan data perusahaan, Telkomsel menghasilkan emisi sekitar 1,7 juta ton setara karbon dioksida (CO2e). Meski lebih rendah dibandingkan sektor industri berat, perusahaan tetap berkomitmen mendukung target penurunan emisi nasional.
Vice President Corporate Communications & CSR Telkomsel, Abdullah Fahmi mengatakan, berbagai inisiatif yang dijalankan sejak 2023 hingga 2025 telah menurunkan emisi sekitar 83 ton karbon. Upaya tersebut dilakukan seiring pertumbuhan kebutuhan jaringan dan layanan digital.
"Komitmen Telkomsel untuk mengurangi karbon terus berjalan. Ke depan kami akan mengikuti arah kebijakan emission reduction yang telah ditetapkan pemerintah," jelas Fahmi.
Telkomsel sendiri sudah menargetkan penguatan program keberlanjutan hingga 2030. Fokus perusahaan akan mencakup pembangunan infrastruktur hijau, efisiensi energi, dan penggunaan teknologi rendah emisi.

