Bidik Pasar Regional, Agensi Kreatif Feel Good Network Ekspansi ke Malaysia
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Feel Good Network, jaringan kreatif independen yang memadukan standar global dengan adaptabilitas lokal, mengumumkan ekspansi ke Malaysia melalui peluncuran Tales Asia, agensi kreatif full-service berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia sekaligus menunjuk tiga pimpinan senior untuk memperkuat pertumbuhan bisnis regional. Langkah ini menandai strategi perusahaan dalam menangkap peluang ekonomi digital Asia Tenggara yang terus berkembang pesat dan semakin terintegrasi lintas negara.
Chief Executive Officer (CEO) Feel Good Network Wisnu Satya Putra mengatakan peluncuran di Malaysia dilandasi kebutuhan brand yang bergerak cepat tetapi membutuhkan mitra dengan perspektif lintas negara.
“Dua hal tersebut merupakan hal yang mendasari peluncuran kami di Malaysia. Brands bergerak dan bertumbuh dengan cepat, tetapi hanya sedikit mitra yang memahami dari kedua sisi. Kami membangun Feel Good Network untuk memahami isu tersebut, memadukan adaptabilitas yang independen dengan pemahaman strategis, sehingga klien selalu mendapatkan ide yang cepat dan eksekusi matang,” ujar dia dikutip Senin (13/4/2026).
Feel Good Network menjelaskan bahwa ekspansi tersebut didorong tren pertumbuhan ekonomi digital kawasan. Studi e-Conomy SEA 2025 yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) diproyeksikan melampaui US$ 300 miliar (sekitar Rp 4.800 triliun) pada tahun ini, dengan belanja iklan tumbuh 16% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh video commerce, konten berbasis kreator, serta format iklan berbasis kecerdasan buatan.
Baca Juga
Indonesia Dorong Open Digital Commerce Melalui Inisiatif Jaringan Nasional Baru
Di sisi lain, koridor Indonesia–Malaysia juga kian dinamis. Wisatawan Malaysia tercatat sebagai kelompok pengunjung terbesar ke Indonesia sepanjang 2024, sementara sejumlah brand Indonesia di sektor makanan minuman dan gaya hidup mulai agresif berekspansi ke Malaysia. Kondisi ini membuka peluang baru bagi agensi kreatif yang mampu memahami kedua pasar secara simultan.
Chief Creative Officer Feel Good Network sekaligus Founder Tales Asia Lila Talitha menambahkan bahwa filosofi pertumbuhan yang berkelanjutan menjadi dasar ekspansi ini. Ia menilai peluang besar terbuka bagi brand yang ingin bergerak di Indonesia dan Malaysia dengan pendekatan berbasis pemahaman budaya.
“Kami melihat kesempatan besar untuk membantu brands bergerak di Indonesia dan Malaysia, dengan keahlian untuk memahami budaya dan kebiasaan masing-masing negara, membuatnya menjadi relevan tanpa harus kehilangan identitas. Ini adalah peran yang ingin kita jalani, jembatan budaya yang menjadi kekuatan lokal demi pertumbuhan regional,” katanya.
Dengan pengalaman 16 tahun di Indonesia, Singapura, dan Malaysia, Talitha dikenal sebagai pemimpin kreatif dengan rekam jejak global. Ia telah mengumpulkan lebih 200 penghargaan serta mendorong sejumlah gelar agency of the year.
Selain ekspansi, Feel Good Network juga memperkuat struktur organisasi melalui penunjukan Reza Akbar sebagai chief growth officer, Erick Sebastian sebagai chief content officer, serta Ranggaz Laksmana sebagai group strategic advisor.
Reza dan Erick akan memimpin akselerasi pertumbuhan perusahaan dengan memperluas kemitraan strategis, memperkuat solusi lintas unit, serta meningkatkan efektivitas perencanaan hingga pengukuran kinerja. Sementara itu, Ranggaz membawa pengalaman venture-building untuk mendukung pengembangan bisnis dan memperluas perspektif terkait relevansi brand dan perilaku audiens.
Baca Juga
Sejak didirikan pada 2025, Feel Good Network telah tumbuh 8 kali lipat dan bermitra dengan lebih dari 20 klien lintas industri. Perusahaan ini mengusung pendekatan berbasis spesialisasi. Berbagai keahlian, seperti konten, strategi kreatif, media sosial, data, dan commerce diintegrasikan dalam satu kerangka kerja terpadu.
Chief Growth Officer Feel Good Network Reza Akbar menegaskan bahwa klien kini mencari mitra pertumbuhan, bukan sekadar agensi. Ia menyebut kebutuhan brand semakin kompleks, mulai produksi konten skala besar tanpa mengorbankan kualitas hingga pemanfaatan media sosial sebagai kanal bisnis. Menurutnya, strategi dan kreativitas menjadi penentu arah, sementara kehadiran spesialis memastikan eksekusi berjalan efektif dan berdampak nyata.
