Pertamina Lubricants Perluas Pasar Pelumas Afrika Selatan
JAKARTA, investortrust.id– Entitas bisnis PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Lubricants (PTPL) kini merambah peluang pasar Afrika Selatan. Untuk menggarap peluang tersebut, Pertamina Lubricants menjalin kerjasama dengan perushaan Afrika Selatan. Negara ini juga akan menjadi basis untuk memperluas pasar di benua Afrika.
"Kami terus mengembangkan kemitraan strategis dengan beberapa jaringan toko suku cadang yang memiliki ratusan gerai di seluruh wilayah Afrika Selatan sekaligus membangun jaringan bengkel kanal milik Pertamina Lubricants,” terang VP Sales Overseas Pertamina Lubricants, Syafaat Jajuli, melalui keterangan resmi, Jumat (8/9).
Berdasarkan data Mordor Intelligence, pertumbuhan pasar produk pelumas di benua Afrika masih cukup tinggi. Ke depan diprediksi akan akan terjadi pertumbuhan hingga 4% menjadi 1,24 miliar liter pada 2026.
Baca Juga
Melihat peluang itu, Pertamina Lubricants memutuskan kolaborasi pasar dengan pemain lokal. Pertamina menawarkan peluang kerja sama saling menguntungkan karena pasar Afrika menjadi peluang bisnis yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Jalinan bisnis ini sejalan dengan misi pemerintah untuk memperkuat hubungan antara Indonesia dan Afrika Selatan. Sejak dari 2014, PTPL membawa pelumas terbaiknya ke Afrika melalui Pertamina Fastron, Enduro, Meditran hingga Mesran.
“Tak hanya itu, kami juga melakukan sokongan ke berbagai acara motorsport di Killarney International Raceway yang kerap menjadi area balap motocross, karting, drag race dan truck race,” kata Syafaat Jajuli menjelaskan.
Baca Juga
Jaring Investasi Asing, Pertamina Kebut 2 Strategi Pengembangan Energi Hijau
Pasar Afrika merupakan bagian dari rencana jangka panjang Pertamina Lubricants dalam pengembangan pasar luar negeri. Salah satunya dengan membangun hubungan distribusi yang kuat melalui distributor Indolube Pty Ltd.
Cara itu semakin menguatkan Pertamina Lubricants sebagai produsen pelumas yang sudah diakui diberbagai pasar dunia dan memiliki pengalaman, kompetensi dan kapabilitas untuk masuk dan tumbuh di 14 negara lainnya di dunia, seperti Australia, Thailand, Vietnam, Bangladesh, Jepang, Myanmar, dan masih banyak lagi.
Baca Juga
Tampil di AIPF 2023, Nicke Widyawati Tegaskan Komitmen Pertamina Dukung Transisi Energi Indonesia

