Ekspansi ke Natuna, Medco (MEDC) Amankan Kontrak Migas Baru Gandeng Petronas
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), perusahaan energi terintegrasi nasional di sektor migas serta ketenagalistrikan, mengumumkan penandatanganan kontrak baru wilayah kerja migas Cendramas dengan Petroliam Nasional Berhad (Petronas) awal pekan ini untuk memperkuat ekspansi regional perseroan sekaligus membuka peluang sinergi operasi di kawasan Laut Natuna Selatan.
Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro mengatakan bahwa kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC) Cendramas akan efektif mulai Selasa (23/9/2026).
Baca Juga
Produksi Migas Medco (MEDC) Tetap Tumbuh dengan Laba US$ 101 Juta
Melalui anak usahanya yang dimiliki penuh, Medco Asia Pacific Limited, perseroan akan menguasai 50% participating interest sekaligus bertindak sebagai operator wilayah kerja tersebut. Sementara itu, Dialog Resources Sdn. Bhd. dan EnQuest Petroleum Production Malaysia Ltd. masing-masing akan memegang 25% participating interest sebagai mitra.
Wilayah kerja Cendramas berlokasi di dekat blok South Natuna Sea Block B yang selama ini telah dioperasikan oleh MedcoEnergi. Kedekatan geografis ini memberikan keuntungan strategis karena memiliki karakteristik geologi dan teknis yang serupa, sehingga memungkinkan efisiensi operasional serta optimalisasi keahlian yang telah dimiliki perusahaan.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan Petronas kepada MedcoEnergi sebagai operator PSC Cendramas dan akan bekerja sama dengan para mitra untuk memastikan operasi yang aman, andal, dan efisien,” ujar Arifin.
Baca Juga
Medco Energi (MEDC) Raih Fasilitas Pinjaman US$ 100 Juta dari HSBC
Lebih lanjut, dia menilai bahwa proyek ini sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas portofolio regional secara disiplin, dengan fokus pada penciptaan nilai berkelanjutan di sektor energi.
Ekspansi ini juga mencerminkan langkah MedcoEnergi dalam memperkuat posisi di kawasan Asia Tenggara, terutama di tengah dinamika industri migas global yang menuntut efisiensi biaya dan optimalisasi aset eksisting.

