MIND ID Dorong Evaluasi Hilirisasi lewat Forum KILAS Balik Ramadan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – MIND ID mendukung penyelenggaraan KILAS (Kupas Isu Lintas Sektor Strategis) Balik Ramadan sebagai forum evaluasi perjalanan hilirisasi nasional sekaligus mengukur ketahanan industri pertambangan ke depan. Forum ini ditujukan untuk mempertemukan para pemangku kepentingan sektor pertambangan dalam satu agenda bersama berbasis data dan prioritas program yang disepakati.
Division Head Institutional Relations MIND ID Selly Adriatika mengatakan, KILAS menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi capaian program strategis serta memastikan tantangan yang dihadapi industri dapat dijawab melalui langkah yang terukur dan kolaboratif.
“KILAS menjadi ruang strategis bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengevaluasi capaian program strategis dan memastikan setiap tantangan yang dihadapi mampu terselesaikan dengan langkah strategis yang disepakati bersama,” ujar Selly dalam siaran pers, Sabtu (21/3/2026).
Forum ini digelar di tengah percepatan hilirisasi nasional dalam dua tahun terakhir. Pemerintah mencatat realisasi investasi hilirisasi sepanjang Januari–September 2025 mencapai Rp 431,4 triliun, naik 58,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan itu menunjukkan strategi pengolahan mineral dan batu bara di dalam negeri semakin memperkuat kontribusinya terhadap struktur industri nasional.
Baca Juga
MIND ID menyebut grupnya berada di garis depan dalam mendukung akselerasi hilirisasi melalui sejumlah proyek strategis. Proyek tersebut antara lain fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium, smelter pengolahan dan pemurnian tembaga beserta Precious Metal Refinery di Gresik, tiga proyek pengolahan dan pemurnian nikel di Sulawesi, serta pengembangan infrastruktur logistik batu bara Tanjung Enim–Keramasan.
Meski demikian, hilirisasi nasional masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah volatilitas harga komoditas global, perubahan rantai pasok, perkembangan teknologi terutama pada bahan baku baterai, ketegangan geopolitik, hingga perubahan kebijakan dagang di pasar mitra. Di tingkat domestik, isu yang juga dinilai perlu mendapat perhatian adalah ketersediaan energi bagi fasilitas pengolahan, tata kelola niaga yang disiplin dan transparan, serta insentif fiskal yang tepat sasaran.
Baca Juga
Ramadan Penuh Inspirasi, MIND ID Santuni Hampir 300 Anak Yatim dan Disabilitas
Dari sisi sumber daya, Indonesia dinilai memiliki basis yang kuat untuk menopang hilirisasi. Cadangan nikel Indonesia disebut mencapai sekitar 55 juta ton, cadangan bijih bauksit sekitar 2,865 miliar ton, sedangkan cadangan batu bara nasional tercatat sekitar 31,96 miliar ton pada akhir 2024. Basis sumber daya ini dinilai menjadi fondasi untuk memperkuat rantai pasok dalam negeri dan mendorong Indonesia naik kelas menjadi pemasok produk bernilai tambah.
Menurut Selly, hilirisasi merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi serta kerja sama lintas pihak.
“Hilirisasi merupakan proses jangka panjang yang menuntut konsistensi dan kolaborasi berbagai pihak. Melalui KILAS, sektor industri pertambangan akan semakin mampu memberi manfaat yang lebih besar dan inklusif bagi perekonomian nasional,” katanya.
MIND ID berharap forum KILAS Balik Ramadan dapat menjadi acuan evaluasi dan penyelarasan kebijakan di tengah semakin kompleksnya tantangan hilirisasi, sekaligus memperkuat komitmen agar manfaat pengembangan industri tambang bernilai tambah semakin besar bagi perekonomian nasional dan masyarakat luas.

