Tepis Isu Impor, Wamentan: Kita Ekspor 2 Ribu Ton Beras ke Arab Saudi!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono meluruskan informasi yang beredar mengenai rencana impor 1.000 ton beras dari Amerika Serikat oleh pemerintah Indonesia. Ia menegaskan bahwa beras tersebut merupakan beras khusus yang belum tentu dilaksanakan dan hanya dilakukan apabila ada kebutuhan spesifik yang mendesak.
Sebaliknya, Sudaryono menekankan bahwa posisi Indonesia saat ini justru telah bergeser menjadi negara eksportir beras berkat surplus produksi yang melimpah.
"Tolong dicatat, yang sudah terlaksana adalah kita melepas ekspor beras ke Arab Saudi sebanyak 2.000 ton. Proyeksinya total 20.000 ton untuk memenuhi kebutuhan pangan jemaah haji dan umrah kita di sana," ungkap Sudaryono konferensi pers di Istana Kepresidenan, Rabu (18/3/2026).
Langkah ekspor ini, menurut Sudaryono, merupakan bagian dari strategi merebut pasar pangan internasional, khususnya di wilayah Timur Tengah. Selain Arab Saudi, pemerintah juga tengah menjajaki permintaan ekspor beras ke negara tetangga seperti Papua Nugini dan Malaysia.
Baca Juga
"Kalau tahun lalu produksi kita cukup tapi belum ekspor, tahun ini kita mengarah ke sana karena stok melimpah. Jadi jangan gagal fokus pada 1.000 ton beras khusus yang belum tentu ada itu, sementara kita sudah kirim ribuan ton ke luar negeri," tambahnya.
Sudaryono menegaskan, keberhasilan surplus produksi ini adalah buah dari kebijakan subsidi pupuk yang terpenuhi serta perbaikan infrastruktur pertanian yang masif di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain beras, Sudaryono menekankan pemerintah juga menjamin ketersediaan kebutuhan komoditas lainnya seperti cabai, gula konsumsi, daging, hingga telur ayam. Ia memperkirakan, ketersediaan stok yang ada saat ini cukup setidaknya hingga bulan Mei ke depan.
"Tapi bukan berarti pemahamannya kalau sampai Mei begitu Mei habis, bukan. Tapi artinya ini kan sampai Mei tahan tapi kan ada panen, dikonsumsi, ada produksi dikonsumsi dan seterusnya. Jadi insyaallah kondisi dari sisi produksi kita cukup ya," jelas politikus Partai Gerindra itu.

