KEK Kesehatan Sanur Dilengkapi ESG Playbook OCS, Diharapkan Tarik Investor Lebih Besar
JAKARTA, Investortrust.id – Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan Sanur, sebuah kawasan ekonomi khusus yang dikembangkan sebagai alternatif masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan kelas dunia, akan dilengkapi dengan panduan pelaksanaan praktik-praktik berbasis ESG atau ESG Playbook.
ESG playbook adalah serangkaian panduan atau strategi yang disusun untuk membantu perusahaan atau organisasi mengintegrasikan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) ke dalam praktik bisnis mereka. Singkatnya, ESG playbook adalah panduan praktis yang memandu perusahaan dalam mengadopsi praktik bisnis yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.
Harapannya, KEK Kesehatan Sanur akan dikenal sebagai satu-satunya KEK Kesehatan yang telah melengkapi diri dengan praktik dan tata kelola operasional berbasis ESG.
Adalah OCS Indonesia, sebuah perusahaan penyedia layanan facility management yang bertugas menyiapkan ESG Playbook untuk KEK Kesehatan Sanur.
“Kelengkapan tata Kelola dan operasional berbasis ESG, baik dalam pemberian layanan hingga kemampuan para pegawainya dalam melaksanakan operasi berbasis ESG akan menarik investasi baru ke kawasan ini. Saat ini pelaksanaan ESG telah menjadi syarat bagi para investor global untuk berinvestasi ke setiap sektor yang mereka minati,” kata Managing Director OCS Indonesia, Yohannes Jeffry Johary dalam kesempatan bincang-bincang belum lama ini, Kamis (22/2/2024).
Baca Juga
Bos InJourney Tekankan Hal Ini untuk Bangkitkan Industri Pariwisata Nasional
Nah, OCS Indonesia sebagai perusahaan facility management yang terafiliasi dengan OCS global yang berbasis di London, Inggris, tercatat menjadi lembaga yang menyiapkan ESG Playbook untuk KEK Kesehatan Sanur. ESG Playbook ini akan menjadi panduan operasional setiap tenant yang menanamkan investasinya di KEK Kesehatan Sanur.
Sekadar catatan saja, Facility Management (FM) yang disediakan oleh OCS Indonesia adalah disiplin bisnis yang bertanggung jawab untuk efisiensi operasional, pemeliharaan, dan manajemen dari berbagai jenis fasilitas fisik dalam sebuah organisasi. Ini melibatkan pengelolaan semua aspek fisik dari sebuah bangunan atau fasilitas, termasuk gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, kompleks industri, fasilitas kesehatan, dan sebagainya.
Disiapkannya ESG Playbook oleh OCS Indonesia, kata Jeff, demikian sapaan akrabnya, tak terlepas dari peran OCS sebagai vendor penyelenggara facility management untuk KEK Kesehatan Sanur. Selain itu, OCS juga menjadi penyedia layanan facility management untuk PT Hotel Indonesia Natour (HIN).
Oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Hotel Indonesia Natour yang merupakan anak usaha dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, telah ditetapkan sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Kesehatan Sanur. Keputusan pengelolaan ditetapkan lewat diterbitkannya Peraturan Pemerintah No 41 Tahun 2022 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Sanur pada tanggal 1 November 2022.
Baca Juga
Saat ini OCS tengah menjajaki potensi penyediaan layanan serupa pada sejumlah tenant KEK Kesehatan Sanur. Salah satunya adalah Bali International Hospital for Mayo Clinic yang proses pembangunannya ditargetkan rampung di tahun ini.
“Di KEK Sanur kita diminta untuk menangani facility management-nya termasuk untuk PT Hotel Indonesia Natour (HIN), serta hotel The Meru Sanur (sebelumnya Bernama Grand Inna Beach Hotel),” ujar Jeffry.
Dikatakan Jeffry, layanan facility management yang fokus pada pelaksanaan ESG di KEK Kesehatan Sanur selain diharapkan akan mendorong tumbuhnya investasi di Kawasan ekonomi khusus tersebut, kelak devisa medis yang sebelumnya banyak mengalir ke luar negeri, bisa dikembalikan ke Tanah Air lewat kepercayaan masyarakat bahwa Indonesia juga memiliki kawasan yang mampu memberikan layanan kesehatan yang mumpuni.
Lantas apa kelebihan layanan yang disiapkan oleh OCS Indonesia? Dikatakan Jeffry, pihaknya tak sekadar menyiapkan manpower alih daya untuk sejumlah pekerjaan di sektor facility management. OCS Indonesia, lanjut Jeffry, menyiapkan manpower yang memiliki kelebihan pemahaman soal mitigasi risiko lingkungan dan iklim, sehingga sesuai dengan misi perusahaan yang menjadi kliennya, yang menginginkan penerapan ESG secara komprehensif dari sisi bisnis hingga ke layanan pengelolaan fasilitas produksi.
“Kami menyiapkan manpower yang memahami pentingnya mitigasi risiko terhadap perubahan iklim, sehingga di sisi kebersihan misalnya, mereka sudah memahami betapa pentingnya pemilahan sampah agar mudah didaur ulang. Pemahaman yang cukup baik soal ESG di level manpower kami inilah yang membuat layanan yang kami berikan punya nilai lebih dibandingkan kompetitor,” tutur Jeffry.
Sekadar informasi saja, OCS Indonesia membekali tenaga alih daya yang mereka rekrut dengan basic training yang meliputi ilmu mitigasi lingkungan, technology solution, attitude, dan hingga special service, mengikuti layanan yang diminta oleh klien perusahan. “Kita berikan bekal TVET, technical, vocational, educational dan training, sebelum di-deploy ke perusahaan yang menjadi klien kami,” ujarnya.
Baca Juga
Erick Thohir Apresiasi 2 BUMN Karya yang Bangun KEK Kesehatan Bali
Dengan kelebihan layanan yang mampu diberikan, tak heran OCS Indonesia diberikan kewenangan untuk menyusun ESG Playbook untuk KEK Kesehatan Sanur. “Untuk menyiapkan ESG Playbook di KEK Sanur, kami sampai harus mengundang ekspertis ESG kami dari London. Ini sebuah bentuk komitmen agar kami bisa memberikan layanan yang bersifat keberlanjutan,” imbuhnya.
Selain KEK Kesehatan Sanur, OCS Indonesia saat ini juga menangani layanan facility management untuk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, Adaro, Lazada, BDX Indonesia dan baru-baru ini juga telah memperoleh kontrak serupa untuk Astra Honda Motors. Selain AHM, di sektor manufaktur OCS Indonesia juga memberikan layanan untuk Hyundai Motor. Sementara di sektor finansial PT KB Bukopin Tbk juga mengandalkan facility management untuk 70 site-nya pada OCS Indonesia.
Saat ini OCS Indonesia fokus pada penyediaan layanan facility management di enam sektor, yakni manufaktur, ritel, health care, financial, dan energi. Bisnis OCS Indonesia terus berkembang, setidaknya hal ini bisa dilihat dari manpower yang dilibatkan dalam layanan perusahaan yang saat ini berjumlah 16 ribu orang. “Di tahun ini manpower yang kami libatkan diperkirakan menjadi 19 ribu orang, dengan masuknya perusahaan AHM dan KB Bukopin di tahun ini.

