Pertamina EP Zona 4 Targetkan Produksi 30.305 BOPD pada 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 menargetkan peningkatan produksi minyak hingga 30.305 barel per hari (bph) pada 2026 serta produksi gas sekitar 485,07 juta kaki kubik per hari. Target tersebut dipasang untuk memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pasokan energi nasional di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat.
PT Pertamina EP merupakan anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding upstream PT Pertamina (Persero) yang fokus pada kegiatan eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi di Indonesia.
General Manager PEP Zona 4 Djudjuwanto mengatakan, untuk mencapai target tersebut, PEP Zona 4 menyiapkan strategi operasi yang lebih terukur dengan fokus pada optimalisasi lapangan eksisting. Perusahaan memperkuat program development drilling atau pengeboran pengembangan, meningkatkan integrasi antara analisis bawah permukaan dan fasilitas produksi, serta memanfaatkan teknologi dan data guna meningkatkan keekonomian lapangan migas.
Baca Juga
Buana Lintas (BULL) Tambah Kapal Tanker LNG Kedua, Perkuat Bisnis Transportasi Gas
“PEP Zona 4 mendorong peningkatan produksi melalui praktik operasi berkelanjutan demi mendukung ketahanan energi nasional. Keselamatan tetap menjadi prioritas dalam setiap kegiatan operasi,” kata Djudjuwanto, Jumat (13/3/2026).
Pada 2026, PEP Zona 4 melanjutkan kegiatan pengeboran infill, interfield, dan step-out secara selektif. Program tersebut didukung pemutakhiran model geologi dan reservoir berbasis data seismik dua dimensi dan tiga dimensi, termasuk teknologi passive seismic untuk meningkatkan akurasi pemetaan cadangan.
Selain itu, perusahaan menyiapkan program rejuvenasi pada lapangan mature atau lapangan yang telah lama berproduksi. Langkah ini dilakukan melalui optimalisasi fasilitas produksi serta penerapan teknologi yang dapat menekan penurunan alamiah produksi atau natural decline.
Performa 2025 Jadi Fondasi
Target produksi pada 2026 dipasang setelah perusahaan mencatatkan kinerja operasional yang kuat sepanjang 2025. Pada tahun tersebut, PEP Zona 4 mencatat produksi minyak sebesar 27.643 barel per hari dan produksi gas mencapai 530,9 juta kaki kubik per hari. Kinerja tersebut sebagian besar didorong oleh peningkatan produksi dari program development drilling. Produksi minyak dari program tersebut melonjak dari 385 barel per hari pada 2019 menjadi 3.874 barel per hari pada 2025.
Lonjakan juga terlihat pada produksi gas. Dari program pengeboran yang sama, produksi gas meningkat dari 0,34 juta kaki kubik per hari pada 2019 menjadi 12,21 juta kaki kubik per hari pada 2025 atau sekitar 40 kali lipat. Peningkatan produksi ini berjalan seiring dengan peningkatan aktivitas pengeboran. Realisasi program pengeboran meningkat dari 9 rencana kerja pada 2019 menjadi 69 rencana kerja pada 2025.
Selain itu, PEP Zona 4 juga mencatat aktivitas operasional yang intensif sepanjang 2025 dengan realisasi pengeboran sebanyak 69 sumur, 51 kegiatan workover atau perbaikan sumur, serta 1.049 pekerjaan well intervention dan well service untuk menjaga produktivitas sumur. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan dengan pengelolaan risiko yang ketat untuk menjaga keberlanjutan operasi.
Baca Juga
Dua Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab, Pertamina Diversifikasi Sumber Minyak
Dari sisi keselamatan kerja, PEP Zona 4 mencatat lebih dari 1.050 hari tanpa kecelakaan kerja yang menyebabkan kehilangan waktu kerja atau zero lost Time injury hingga akhir Januari 2026. Perusahaan juga mencatat akumulasi 84.886.219 jam kerja aman hingga 31 Desember 2025.
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Sumatra Zona 4 merupakan bagian dari subholding upstream Pertamina yang mengelola sejumlah wilayah kerja migas di Sumatra Selatan. Di kawasan ini, PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja yang dikelola oleh Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi. Wilayah tersebut meliputi PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.

