Jasa Marga (SMR) Proyeksi 3,5 Juta Kendaraan Keluar Jakarta Saat Mudik Lebaran 2026
Poin Penting
|
BEKASI, investortrust.id — PT Jasa Marga Tbk (JSMR) memproyeksikan sekitar 3,5 juta kendaraan akan keluar dari Jakarta selama periode arus mudik Lebaran 2026.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono menyatakan, proyeksi tersebut merupakan hasil identifikasi dan analisis bersama Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Per 10 Maret, kami terus melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi pergerakan sekitar 3,5 juta kendaraan yang keluar dari Jakarta,” papar Rivan saat mediabriefing di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi, Selasa (10/3/2029).
Berdasarkan proyeksi tersebut, lanjut Rivan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Namun, peningkatan volume kendaraan diperkirakan mulai terjadi sejak Jumat (13/3/2026) pada pekan ini seiring periode libur yang cukup panjang. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026 atau H+3 Lebaran.
Menurut Rivan, dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang keluar dari Jakarta, distribusi pergerakan diperkirakan sekitar 28% menuju arah Merak, sekitar 50% menuju arah timur melalui jaringan Tol Trans Jawa hingga Tol Cipularang, serta sekitar 20% menuju arah Bogor.
Rivan menyebut, pergerakan terbesar berada di arah timur. Dari total 50% kendaraan tersebut, sekitar 57% diperkirakan melanjutkan perjalanan ke Tol Trans Jawa, sedangkan sekitar 42% menuju arah Cipularang. “Titik kepadatan biasanya terjadi di Km 66, karena sebagian besar kendaraan menuju arah Trans Jawa,” tutur dia.
Baca Juga
Selain memantau proyeksi lalu lintas, Jasa Marga juga mengidentifikasi tren pergerakan kendaraan menjelang periode mudik. Berdasarkan data hingga H-19 sebelum Lebaran, terjadi peningkatan lalu lintas dibandingkan kondisi normal.
Perbandingan data dari H-26 hingga H-20 menunjukkan peningkatan sekitar 3,26%. Sementara itu, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, peningkatan mencapai sekitar 4,15%. “Tren ini umumnya sudah mulai terlihat sejak sekitar H-22 sebelum Lebaran,” imbuh Rivan.
Dia menambahkan, perusahaan juga mengidentifikasi sejumlah faktor yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan kendaraan non-golongan I, seperti kendaraan angkutan barang. Ihwal itu, kata Rivan, kebijakan pembatasan angkutan barang menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keselamatan perjalanan.
Sebelumnya, pemerintah memprediksi total pergerakan masyarakat secara nasional pada periode mudik lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang.
Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, lonjakan mobilitas tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk memastikan kesiapan sarana transportasi serta keselamatan perjalanan masyarakat.
Berdasarkan proyeksi Kemenhub, dari total 143,91 juta orang yang diperkirakan melakukan perjalanan selama Lebaran 2026, tujuan mudik terbesar adalah Jawa Tengah dengan jumlah pemudik mencapai 38,71 juta orang.
Untuk memastikan kesiapan transportasi, Kemenhub melakukan pemeriksaan kelaikan sarana di berbagai moda. Pada sektor transportasi darat, rampcheck telah dilakukan terhadap 27.664 unit bus sejak 23 Februari 2026. Dari jumlah tersebut, 17.516 unit dinyatakan laik jalan dan diizinkan beroperasi, sementara sisanya diberikan peringatan perbaikan hingga sanksi tilang.
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Ungkap Target Pendapatan dan Rasio Dividen, Bagaimana Prospek Sahamnya?
Di sektor transportasi laut, pemeriksaan kelaiklautan dilakukan terhadap 832 unit kapal dari total 840 armada yang disiapkan untuk melayani perjalanan Lebaran. Pada sektor penyeberangan, sebanyak 220 unit kapal telah diperiksa dari total 254 kapal yang tersedia.
Sementara itu, pada sektor penerbangan rampcheck telah dilakukan terhadap 372 unit pesawat dari total 564 armada. Adapun pada sektor perkeretaapian, pemeriksaan dilakukan terhadap 3.672 unit sarana dari total 3.687 unit yang akan melayani perjalanan masyarakat selama periode Lebaran.

