Gubernur Pramono Buka Rapimprov II Kadin DKI Jakarta, Dorong Perkuat Peran Pengusaha Lokal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka secara langsung rangkaian agenda Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) II Tahun 2026 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta. Adapun agenda Rapimprov kali ini mengusung tema 'Pengusaha Lokal sebagai Pilar Strategis Penggerak Ekonomi Provinsi DKI Jakarta'.
"Saya mendapatkan kehormatan untuk membuka Rapat Pimpinan Provinsi atau Rapimprov kedua tahun 2026 Kamar Dagang dan Industri Kadin DKI Jakarta. Saya sungguh bahagia, ini mungkin kedua kali saya hadir di acara Rapimprov," kata Pramono dalam sambutannya di Park Hyatt, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Pram, sapaan akrabnya, mendorong agar peran pengusaha lokal diperkuat dalam setiap agenda pembangunan di Jakarta. Ia menyampaikan, keberhasilan DKI Jakarta yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,21% secara year-on-year (yoy) atau di atas rata-rata pertumbuhan nasional, tidak lepas dari peran pengusaha lokal.
Ia menekankan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk tidak hanya memperkuat peran pengusaha lokal, melainkan akan turut membina sehingga memiliki daya tarung yang jauh lebih kuat.
Baca Juga
Bos Kadin 'Curhat' ke Gubernur DKI, Minta Afirmasi Bagi Pengusaha Lokal
Pram meminta kepada jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk menyiapkan kebijakan yang mendukung kemudahan akses bagi para pengusaha. Secara khusus, ia menyoroti kebutuhan para pengusaha baru, yaitu terkait dengan kebutuhan akses permodalan.
"Saya meminta untuk dipikirkan bagaimana memberikan kemudahan, terutama bagi new player, pemain baru. Mereka pasti problem utamanya adalah apa sih? Modal. Apakah kemudian pemerintah DKI Jakarta atau melalui Bank Jakarta bisa membantu untuk itu? Sebab kalau tidak, pasti yang ada adalah pemain-pemain yang lama," ungkap Pram.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novan Bakrie, pada kesempatan yang sama memuji peran strategis Kadin DKI Jakarta. Ia menyebut Kadin DKI Jakarta berperan sebagai tulang punggung bagi Kadin provinsi di seluruh Indonesia.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih Pak Gubernur untuk selalu mendukung Kadin DKI Jakarta. Karena memang Kadin DKI Jakarta adalah tulang punggung daripada Kadin Provinsi seluruh Indonesia," kata Anindya.
Anindya membeberkan Kadin DKI Jakarta memiliki ruang tersendiri dalam perjalanan sejarah Kadin Indonesia. Ia mengungkap, Kadin DKI Jakarta yang berdiri tahun 1967, justru terlebih dulu ada dibandingkan dengan Kadin Indonesia. Ia melanjutkan, Kadin Indonesia berdiri satu tahun setelah adanya Kadin DKI Jakarta, atau pada tahun 1968.
Baca Juga
Kadin Indonesia Resmikan Dapur MBG ke-742 di DKI Jakarta, Optimistis Capai 1.000
Ia bercerita, awalnya Kadin DKI Jakarta didirikan atas inisiasi Gubernur Ali Sadikin untuk menyukseskan gelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair. Atas dasar catatan sejarah tersebut, Anindya mengapresiasi hubungan strategis antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) dengan Kadin DKI Jakarta.
"Sehingga bisa dimengerti lah kalau hubungan antara Pak Gubernur dan Bu Ketum (Kadin DKI Jakarta) baik, tentu ekonominya juga resilien," ujarnya.
Sementara itu Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, mengungkap makna di balik tema 'Pengusaha Lokal sebagai Pilar Strategis Penggerak Ekonomi Provinsi DKI Jakarta' yang diusung. Ia mengatakan, tema tersebut diusung agar Rapimprov kali ini menjadi momentum semakin kuatnya peran pengusaha lokal dalam setiap agenda pembangunan Jakarta.
"Tema ini kami pilih karena kami meyakini bahwa kekuatan ekonomi Jakarta pada akhirnya bertumpu pada kekuatan pelaku usaha lokalnya," ungkap Diana.
Bukan tanpa alasan, Diana mengungkapkan ketidakstabilan global yang semakin tidak menentu membutuhkan kebijakan yang lebih adaptif dari Pemprov untuk melindungi para pengusaha. Ia mengungkap, tekanan ekonomi global semakin memaksa negara-negara dunia untuk melihat kembali pentingnya ketahanan ekonomi domestik.
Diana mengatakan, salah satu fondasi terpenting dari ketahanan ekonomi adalah pengusaha lokal yang kuat dan berdaya saing.
"Ketika pengusaha lokal tumbuh, maka yang tumbuh bukan hanya bisnisnya. Yang tumbuh adalah lapangan kerja, perputaran ekonomi di daerah, peningkatan pajak daerah, serta efek pengganda ekonomi atau multiflyer efek bagi masyarakat," ungkap Diana.

