Selain Cetak 15.000 Talenta, RI Jajaki Proyek Semikonduktor Senilai Rp 3,38 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Indonesia menargetkan akan membentuk 15.000 talenta atau insinyur yang akan menguasai teknologi inti, yakni semikonduktor. Hal tersebut dilakukan usai adanya kerja sama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dengan perusahaan teknologi asal Inggris, ArmLimited.
"Di mana ditargetkan talenta yang dibangun adalah 15.000 dalam waktu yang tidak terlalu lama," ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto pada acara Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026 di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Menko Airlangga menegaskan pengembangan talenta semikonduktor menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8% sebagaimana ditargetkan tercapai pada 2029 mendatang.
Menurut Airlangga, sektor digital memiliki potensi pertumbuhan yang sangat cepat karena berkembang secara eksponensial. Untuk dapat mencapainya, ia menilai Indonesia perlu memperkuat ekonomi digital, yang mana salah satunya diperoleh dari industri semikonduktor.
Baca Juga
Zulkifli: AS Dukung Indonesia Perkuat Rantai Pasok Semikonduktor
Untuk mendukung target tersebut, Airlangga menyebutkan, pemerintah menginginkan perguruan tinggi di dalam negeri untuk menyiapkan kurikulum khusus yang berkaitan dengan semikonduktor. Sejumlah kampus yang telah masuk dalam pengembangan teknologi ini antara lain Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, serta Universitas Brawijaya.
Lebih lanjut, Menko Airlangga pun mengungkapkan, selain program pencetakan 15.000 talenta itu, pemerintah juga masih bernegosiasi dengan menjajaki proyek semikonduktor lainnya dengan ArmLimited. Ia memperkirakan, proyek itu memiliki nilai investasi US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,38 triliun.
"Di luar 15.000 (talenta). Tapi ini adalah fase berikutnya, kita masih dalam negosiasi. Karena dalam negosiasi kita belum bisa disclose. Ada (investasi) kira-kira 200 juta (dolar AS)," ungkap Airlangga.

