Bahlil Pastikan Stok Energi Nasional dalam Kondisi Aman
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok energi nasional dalam kondisi aman. Stok crude (minyak mentah), bahan bakar minyak (BBM), maupun LPG saat ini berada di atas standar minimum nasional.
“Untuk stok crude, BBM, LPG, itu semua rata-rata di atas standar minimum nasional. Standar minimum nasional kita 21 hari dan ini semuanya di atas 21 hari,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga
Menko Perekonomian: Perang di Timur Tengah Bisa Kerek Harga BBM, Tenang Ada Pasokan dari AS
Kendati demikian, dia mengakui bahwa kapasitas ketahanan energi Indonesia masih terbatas. Secara faktual, kapasitas storage nasional saat ini maksimal hanya mampu menopang kebutuhan sekitar 25–26 hari. “Memang secara faktanya ketahanan energi kita, storage kita itu maksimal di angka 25 sampai 26 hari, enggak lebih dari itu,” jelasnya.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) baru dengan kapasitas yang lebih besar. Targetnya, Indonesia memiliki cadangan energi hingga tiga bulan, sesuai standar internasional. “Makanya sekarang pemerintah lagi berusaha membangun storage yang kapasitasnya bisa sampai tiga bulan, karena itu standar internasional,” tegas Bahlil.
Dia menambahkan, peningkatan kapasitas storage menjadi krusial di tengah dinamika global yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi. Pasalnya, tanpa fasilitas penyimpanan memadai, penambahan impor energi juga tidak dapat dioptimalkan. “Kalau kita impor banyak, kita mau taruh di mana? Itu kira-kira problem kita. Jadi kita harus bangun storage dulu,” katanya.
Baca Juga
Bahlil Pastikan Impor BBM dan LPG US$ 15 Miliar dari AS Tidak Tambah Volume Impor RI
Saat ini studi kelayakan (feasibility study/FS) proyek tersebut tengah berjalan. Pemerintah menargetkan pembangunan fisik sudah dapat dimulai tahun ini. “FS lagi berjalan dan ditargetkan tahun ini pembangunannya sudah mulai dilakukan,” ujar Bahlil.
Dia menyebut lokasi pembangunan berada di wilayah Sumatra, tetapi belum merinci titik kabupaten maupun jadwal pasti groundbreaking proyek tersebut. Langkah ini menjadi bagian strategi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mengurangi kerentanan terhadap gejolak pasokan global.

