2 Juta Tiket Kereta Lebaran Ludes Terjual, Okupansi Tembus 44,8%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat penjualan tiket pada periode Angkutan Lebaran 2026 telah menembus 2 juta per 2 Maret 2026.
"Penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 hingga 2 Maret 2026 telah mencapai 2.013.992 dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan atau tingkat okupansi 44,8%. Artinya, masih tersedia sekitar 2,48 juta tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat," kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba dalam keterangannya, dikutip Selasa (3/3/2026).
Baca Juga
Selama Ramadan, Pengguna LRT Jabodebek Boleh Buka Puasa di Kereta
Khusus untuk kereta api jarak jauh (KA JJ), lanjut dia, tingkat okupansi telah mencapai 55,2%. Sementara itu, penjualan KA lokal diproyeksikan terus bergerak seiring pola pemesanan yang umumnya dilakukan mulai H-7 sebelum keberangkatan.
Di sisi lain, layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan juga mencatat minat tinggi. "Hingga 2 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, 15.976 tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan telah dipesan dari total kapasitas 27.368 tempat duduk, dengan tingkat okupansi mencapai 58% hanya dalam enam hari penjualan," tutur Anne.
Dia menambahkan, layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan dihadirkan untuk memperluas akses perjalanan Lebaran bagi masyarakat. "Layanan ini menjadi alternatif yang diminati, khususnya bagi pelanggan yang mengutamakan efisiensi biaya dan kepastian jadwal. Kami melihat respons yang sangat positif sejak penjualan dibuka," ujar Anne.
Baca Juga
Promo Tarif Kereta Cepat Whoosh selama Ramadan, Jakarta-Bandung Hanya Rp 200.000
Anne menyampaikan, pada sejumlah tanggal arus balik, tingkat keterisian Kereta Ekonomi Kerakyatan bahkan melampaui 100% per hari perjalanan akibat pola naik-turun penumpang di sepanjang lintas relasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal serta mempertimbangkan alternatif relasi maupun skema connecting train guna mendapatkan jadwal yang sesuai kebutuhan,” pungkas dia.

