Bagikan

Harga Emas Tertahan Jelang Negosiasi Nuklir AS-Iran

Poin Penting

Harga emas tertahan di tengah negosiasi geopolitik AS dan Iran.
Pasar masih menanti dua kali penurunan suku bunga The Fed tahun ini.
Analis memproyeksikan emas berpotensi menguji level US$ 5.400 per ons.

JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas dunia bergerak tipis pada Kamis (27/2/2026) ketika pelaku pasar menahan posisi menjelang putaran ketiga pembicaraan nuklir tidak langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Jenewa, Swiss, dengan harapan negosiasi tersebut memberi sinyal baru soal arah ketegangan geopolitik dan prospek aset safe haven.

Harga emas spot di US$ 5.168,72 per ons, sementara kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April ditutup turun 0,6% ke US$ 5.194,20. Pergerakan ini mencerminkan sikap wait and see investor di tengah ketidakpastian hasil perundingan.

Analis pasar di Forex.com Razan Hilal menilai emas dan perak sempat mencoba menembus level teknikal penting, tetapi belum mampu mempertahankan momentum kenaikan. “Emas dan perak berupaya menembus level resistensi di US$ 5.200 dan US$ 90 tetapi gagal mempertahankan kenaikan sejauh minggu ini, meningkatkan risiko penurunan jika kesepakatan geopolitik jangka pendek terwujud,” ujarnya dalam catatan riset dikutip CNBC.

Level resistensi merupakan batas harga yang secara historis sulit ditembus karena tekanan jual meningkat. Kegagalan bertahan di atas area tersebut sering dibaca pasar sebagai sinyal potensi koreksi jangka pendek.

Baca Juga

Tekanan Tarif AS dan Penguatan Dolar Gerus Harga Emas Antam (ANTM)

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Washington dan Teheran berpeluang mencapai kerangka kesepakatan apabila Amerika Serikat memisahkan isu nuklir dan non-nuklir. Ia menambahkan bahwa sejumlah perbedaan yang tersisa perlu dipersempit dalam putaran ketiga pembicaraan di Jenewa.

Wakil Presiden sekaligus ahli strategi logam senior di Zaner Metals Peter Grant mengatakan perhatian pasar tertuju pada hasil perundingan tersebut. “Ada banyak ketertarikan tentang bagaimana putaran ketiga pembicaraan ini akan berlangsung. Namun, terlepas dari itu, saya pikir saat ini sudah cukup banyak ketidakpastian,” kata dia.

Emas tidak memberikan imbal hasil, seperti bunga atau dividen. Namun, logam mulia ini dipandang sebagai penyimpan nilai aman ketika risiko geopolitik dan ekonomi meningkat. Untuk itu, setiap perkembangan diplomatik yang berpotensi meredakan konflik dapat mengurangi permintaan jangka pendek terhadap emas.

Ilustrasi emas batangan dan koin. Foto: Dok. Pegadaian

Meski demikian, Grant masih melihat ruang kenaikan lebih lanjut setelah fase konsolidasi. Ia memperkirakan harga berpotensi menguji US$ 5.340,72 dan kemudian US$ 5.400, walau tidak menutup kemungkinan terjadi penurunan terbatas dalam jangka pendek.

Di sisi kebijakan perdagangan, perwakilan dagang Amerika Serikat Jamieson Greer pada Rabu (25/2/2026) mengatakan tarif impor untuk sejumlah negara dapat dinaikkan menjadi 15% atau lebih tinggi dari tarif baru sebesar 10% yang telah diberlakukan. Ia tidak merinci negara mitra dagang yang dimaksud maupun detail kebijakan lanjutan.

Dari sisi data ekonomi, jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran tercatat naik tipis pada pekan lalu. Namun, tingkat pengangguran Februari diperkirakan tetap stabil, mencerminkan pasar tenaga kerja yang masih solid.

Baca Juga

Emas Antam (ANTM) Menguat Rp 40.000 di Tengah Ketidakpastian Tarif Trump

Pelaku pasar saat ini masih memperkirakan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali pada tahun ini. Ekspektasi pelonggaran moneter biasanya mendukung harga emas karena menekan imbal hasil obligasi dan melemahkan dolar AS.

Sementara itu, harga logam mulia lainnya bergerak melemah. Perak spot turun 2,5% menjadi US$ 87,14 per ons. Platinum spot merosot 2,2% ke US$ 2.236,37 per ons dan paladium turun 1,9% menjadi US$ 1.761,05 per ons.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024