Pemerintah Pastikan Stok dan Harga Ikan Aman Saat Ramadan dan Lebaran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan stok dan harga ikan aman terkendali selama Ramadan (bulan puasa) dan menjelang Idulfitri (Lebaran). Maka dari itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir.
Direktur Kepelabuhanan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP Ady Candra mengatakan, produksi sektor perikanan tangkap hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai 7,3 juta ton. Angka tersebut diakui Ady sedikit mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya.
“Ini sedikit agak turun karena pola musim dan pola penangkapan yang sangat tergantung dengan faktor cuaca. Jadi dari Januari hingga Maret 2026 di Indonesia, terutama memasuki musim barat, ketika musim hujan dominan angin dan gelombang tinggi,” ujar Ady dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga
Kinerja Semakin Solid, Pegadaian Catat Kenaikan Laba Bersih 42,6% Jadi Rp 8,34 Triliun di 2025
Dia tidak memungkiri bahwa hal ini menyebabkan kegiatan penangkapan ikan sedikit agak terganggu. Namun, menurutnya ini adalah pola musim yang terjadi setiap tahunnya. Diproyeksikan pada awal Maret, penangkapan ikan akan mulai meningkat lagi.
“Biasanya menjelang Idulfitri juga akan banyak kapal-kapal yang nanti kembali, terutama di pantura (pantai utara), sehingga ini juga akan mendorong peningkatan produksi dari sektor perikanan tangkap. Jadi ini pola musiman yang terjadi setiap tahunnya,” sebut Ady.
Sementara itu, dari sektor perikanan budi daya, KKP memastikan pasokan aman hingga Lebaran. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP TB Haeru Rahayu mengatakan bahwa kebutuhan ikan hasil budidaya selama Ramadan sampai Idulfitri dipastikan dapat terpenuhi dengan baik.
Dia membeberkan, pada tiga bulan pertama (Januari-Maret) 2026, proyeksi produksi cukup optimistis. Ikan kerapu meningkat 11,32%, ikan nila naik 10,24%, ikan bandeng meningkat 0,84%, lobster naik 12,27%, udang meningkat 3,63%.
“Yang akan menjadi catatan penting untuk ikan mas. Ikan mas terjadi penurunan minus 4,11%. Meski begitu, kalau kita lihat peningkatan rata-ratanya ini 19,09%. Kami cukup optimistis. Catatan tadi kenapa ikan mas sedikit minus, karena kami sounding di lapangan, ini salah satunya disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi pada 2025,” ucap pria yang akrab disapa Tebe tersebut.
Baca Juga
Prabowo Saksikan 11 MoU Bisnis RI-AS Senilai Rp 650 Triliun, Ada Freeport dan Danantara
Dari sisi perhitungan harga, Tebe menjelaskan bahwa kenaikan harga hanya di kisaran 0,25% sampai 1,39%. Maka dari itu, dia meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan harga ikan di pasaran. “Insyaallah stok hasil budidaya akan stabil dan bisa memenuhi untuk kebutuhan di bulan puasa sampai Lebaran mendatang,” tegas Tebe.
Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan Machmud menambahkan, antara produksi, stok, dan konsumsi ikan itu posisinya masih dalam kondisi aman. Dia menegaskan, produksi ditambah stok masih lebih tinggi dibandingkan kebutuhan atau konsumsi.
“Kita punya cold storage yang cukup banyak. Kalau nanti kelebihan produksi, itu bisa disimpan di cold storage. Kita punya cold storage kurang lebih 2.287 unit, yang milik pemerintah itu ada kapasitasnya sekitar 22.000 ton. Kalau total kapasitas 899.000 ton,” ucap Machmud.

