Bulog: Stok Beras Hadapi Imlek dan Lebaran Aman
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Perum Bulog menegaskan kesiapan stok cadangan beras pemerintah (CBP) menjelang dan saat Tahun Baru Imlek, Hari Raya Nyepi, hingga Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah dalam kondisi aman.
"Kami bersiap menghadapi momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Ramadan dan Idulfitri, Tahun Baru Imlek, serta Hari Raya Nyepi 2026. Bulog memastikan stok CBP dalam kondisi aman dan cukup," kata Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Menurut Afdal, saat ini stok beras yang dikuasai badan usaha pangan milik negara itu mencapai 3,4 juta ton. “Stok beras Bulog didukung ketersediaan minyak goreng dan gula,” ujar dia.
Dia mengungkapkan, Bulog siap memperkuat sinergi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemda, dan para pemangku kepentingan lainnya untuk mendekatkan akses pangan murah kepada masyarakat serta menjaga stabilitas pasokan dan harga selama periode HBKN.
Baca Juga
Cadangan Beras Tembus 4 Juta Ton, Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Gudang Bulog
Afdal menjelaskan, melalui langkah tersebut, Perum Bulog menegaskan perannya sebagai operator logistik pangan nasional yang tidak hanya menjaga cadangan pangan pemerintah, tetapi juga aktif melakukan intervensi pasar untuk menjaga inflasi pangan tetap terkendali. “Juga untuk mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” tegas dia.
Afdal mengatakan, Bulog juga terlibat dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional yang digelar Bapanas. Keterlibatan Bulog merupakan bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat dalam menghadapi HBKN.
Dia menambahkan,keterlibatan Bulog dalam GPM itu juga merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga keterjangkauan harga dan memastikan ketersediaan pangan pokok bagi masyarakat.
"Melalui program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dan Gerakan Pangan Murah, kami terus menggelontorkan pangan berkualitas dengan harga terjangkau agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya dengan tenang,” papar Afdal.
Baca Juga
Pemerintah melalui Bapanas mengoordinir pelaksanaan GPM Serentak Nasional sebagai bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang dan saat HBKN Tahun 2026. Kegiatan itu dilaksanakan secara masif di 1.218 lokasi di seluruh Indonesia.
Pelaksanaan GPM melibatkan semua kantor wilayah dan kantor cabang Perum Bulog di seluruh Indonesia serta bekerja sama dengan pemerintah pusat hingga 38 provinsi dan 497 kabupaten/kota.
Sementara itu, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menuturkan, dirinya mendapat pesan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga rakyat dan berpihak pada rakyat. "Kita jaga harga pangan di Bulan Suci Ramadan ini," tandas Amran. (ant)

