Kinerja Pariwisata 2025 Mampu Sumbang Rp1.143 Triliun ke Ekonomi Nasional
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyatakan kinerja sektor pariwisata sepanjang 2025 melampaui target dan berdampak langsung pada perekonomian nasional. Kontribusi sektor ini bahkan mencapai hingga Rp 1.143 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Capaian sektor pariwisata sepanjang 2025 menunjukkan bahwa arah kebijakan pariwisata Indonesia berada pada jalur yang tepat,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi, Jumat (13/2/2026).
Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 2025 sebesar 5,11% dengan PDB Rp 23.821 triliun, pariwisata menyumbang 3,97%. Jika menghitung dampak lanjutan ke sektor terkait, kontribusinya mencapai 4,80% atau setara Rp 946 triliun hingga Rp 1.143 triliun.
Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi tulang punggung sektor ini dengan pertumbuhan 7,41%. Sektor ini memberi kontribusi 0,24% terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga
Rapat di DPR, Menpar: Kinerja Pariwisata 2025 Tumbuh Positif dan Lampaui Target
Tiga sektor lain yang terkait pariwisata juga mencatat pertumbuhan tinggi, yakni jasa lainnya 9,93%, jasa perusahaan 9,10%, serta transportasi dan pergudangan 8,78%. Kinerja ini memperkuat posisi pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Dari sisi tenaga kerja, sektor pariwisata menyerap 25,91 juta pekerja sepanjang 2025. Angka ini naik 3,64% dibandingkan 2024 yang mencapai 25,01 juta tenaga kerja.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menambahkan penguatan destinasi dilakukan melalui program Karisma Event Nusantara (KEN). Pada 2025 terselenggara 99 event dan meningkat menjadi 125 event di 38 provinsi pada 2026.
Dari sisi kunjungan, wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 15,39 juta kunjungan sepanjang 2025 dengan rata-rata pengeluaran US$1.267 per kedatangan. Capaian ini melampaui target RKP 2025.
Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) bahkan menembus 1,2 miliar perjalanan, tertinggi sepanjang sejarah pencatatan. Sementara perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri tercatat 9,17 juta, menghasilkan surplus kunjungan 6,22 juta atau tumbuh 25,93% dibanding 2024.
Memasuki 2026, pemerintah menargetkan 16-17,6 juta kunjungan wisman dan 1,18 miliar perjalanan wisnus. Pemerintah menekankan peningkatan kualitas destinasi, konektivitas, event, dan promosi berbasis pasar sebagai strategi utama mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

