Kadin Indonesia Ajak 120 Diplomat Breakfast di Museum Nasional, Perkuat Diplomasi Ekonomi Berbasis Budaya
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Monthly Economic Diplomacy Breakfast dengan konsep berbeda. Kegiatan kali ini berlangsung di Museum Nasional atas undangan Kementerian Kebudayaan, menghadirkan sekitar 120 diplomat dan pengusaha.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James T. Riady mengatakan, pemilihan lokasi di museum memiliki makna strategis dalam membangun diplomasi ekonomi.
“Kali ini dengan undangan dari Kementerian Budaya, kita dapat kesempatan yang sangat istimewa untuk diadakan di Museum Nasional, karena semua hal itu dimulai dengan budaya. Jadi dengan budaya itu orang-orang asing bisa lebih mengerti, mengenal Indonesia. Dengan dasar itulah menjadi fondasi untuk diplomasi dan untuk ekonomi dan bisnis," kata James saat ditemui di Musium Nasional, Jakarta, Jumat, (13/2/2026).
James mengatakan pihaknya bersyukur atas antusiasme para undangan. Sebanyak 120 diplomat dan pengusaha hadir dan berkumpul dalam acara breakfast tersebut.
“Kami ingin memberikan suatu gambaran yang jelas bahwa Indonesia ini tahun pertama di bawah Presiden Prabowo, telah melakukan transisi kepresidenan yang luar biasa berhasil. Dan ini merupakan suatu fondasi untuk bisa melanjutkan tahun ini dengan pertumbuhan yang lebih baik lagi,” ungkap James.
Ia juga menyoroti langkah diplomasi Presiden Prabowo di luar negeri yang dinilai berdampak positif bagi persepsi global terhadap Indonesia. "Jika goodwill-nya bagus, hati setiap orang itu semuanya menjadi baik untuk melakukan diplomasi dan juga ekonomi,” lanjutnya.
Dari sisi ekonomi domestik, James menyebut tren pertumbuhan menunjukkan perbaikan sepanjang tahun lalu, permintaan dalam negeri (domestic demand) juga terlihat kuat, yang berarti masyarakat masih aktif berbelanja dan beraktivitas ekonomi. Selain itu, banyak peritel atau pelaku usaha ritel yang menunjukkan kinerja positif.
“Jadi kita melihat umumannya tahun lalu dari kuartal pertama, kedua, ketiga, empat, terus meningkat. Jadi di lapangan, ekonominya itu domestic demand itu sangat bagus. Kita juga melihat umumannya banyak retailer," jelasnya.
Ia juga menyampaikan banyak pemilik toko dan peritel yang sedang mencari tempat baru untuk membuka cabang dan memperbesar usahanya. Ini menandakan para pelaku usaha masih percaya diri. Mereka tetap ingin berinvestasi, terus menjalankan bisnis, dan menciptakan peluang ekonomi baru.
Baca Juga
Kadin Dorong Pemerintah Tiru China Perkuat Industri Galangan Kapal
“Jadi, ini mungkin berbeda seringkali dengan narasi yang dibangun di luar negeri. Padahal di Indonesia ini, on the ground it is doing very well," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menambahkan, penyelenggaraan kegiatan di museum merupakan bagian dari upaya membangun koneksi antarmasyarakat melalui budaya.
“Kementerian Kebudayaan ingin menunjukkan bahwa museum sekarang adalah tempat yang sangat inklusif buat semua orang. Dan begitu kita ada ide tercutus dari Pak James untuk membuat breakfast di sini, kita langsung menyambut dengan sangat baik. Karena bagi kita people to people connection lewat kebudayaan adalah salah satu juga untuk bisa memperlancar hubungan ekonomi dan perdagangan,” ujarnya.
Ia berharap museum tidak hanya menjadi ruang penyimpanan sejarah, tetapi juga ruang lahirnya sejarah baru melalui kerja sama ekonomi.
“Saya juga senang tadi, Alhamdulillah cuacanya aman. Terus habis itu juga tadi kita ingin bilang bahwa museum tidak hanya untuk bisa menyimpan sejarah, tapi bisa mencetak sejarah dengan adanya hubungan kerjasama ekonomi dengan begitu banyak budaya,” pungkasnya.

