ABAC Luncurkan Program Kerja 2026, Fokus pada Keterbukaan dan Inovasi Kolaboratif
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Dewan Penasihat Bisnis APEC atau APEC Business Advisory Council (ABAC) meluncurkan program kerja tahun 2026. Mengusung tema "Openness, Connectivity, Synergy" (Keterbukaan, Konektivitas, Sinergi), ABAC mempertegas komitmen komunitas bisnis Asia-Pasifik terhadap integrasi regional dan inovasi kolaboratif.
Ketua ABAC Li Fanrong mengungkapkan, tema tersebut merupakan respon terhadap meningkatnya fragmentasi ekonomi dunia. Menurutnya, prinsip keterbukaan dan sinergi bukan sekadar idealisme, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga rantai pasok global.
"Komunitas bisnis Asia-Pasifik bersatu dalam seruan untuk konektivitas yang lebih kuat. Ini adalah imperatif praktis untuk memastikan kawasan ini tetap menjadi penggerak kemakmuran ekonomi global," kata Li dalam konferensi pers, Senin (9/2/2026).
Pertemuan ini menjadi pembuka dari empat rangkaian pertemuan strategis sepanjang tahun 2026. Fokus utama tahun ini adalah merumuskan solusi praktis berbasis bisnis untuk memperkuat ketahanan ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian global.
Terkait isu perdagangan bebas Asia-Pasifik (FTAAP). Salah satu isu krusial yang dibahas yakni desakan untuk mempermanenkan moratorium bea masuk e-commerce guna mendukung pertumbuhan jasa digital. Sementara itu, pada aspek Sinergi, ABAC menargetkan percepatan adopsi Kecerdasan Buatan (AI) di sektor tradisional, pemanfaatan mata uang digital, hingga kesiapan teknologi kuantum.
Program ini bertujuan menciptakan peta jalan agar kemajuan teknologi dapat dinikmati secara inklusif oleh seluruh anggota ekonomi. Dalam pilar Keterbukaan, ABAC fokus pada liberalisasi perdagangan melalui penguatan sistem Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan percepatan Kawasan.
Selain itu, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya penyelarasan antara kebijakan pemerintah dan agenda pelaku usaha melalui dialog dengan Pejabat Senior APEC. Li juga mengapresiasi kesiapan Indonesia dalam memfasilitasi pertemuan strategis yang diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret bagi para pemimpin ekonomi APEC.
Baca Juga
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menilai pertemuan ini dianggap krusial karena menjadi titik awal penentuan arah kelompok kerja (working group) yang akan dijalankan sepanjang tahun.
"Dan rapat pertama ini penting sekali karena mulai mengarahkan working group-nya atau fokus-fokusnya di mana. Nah, tadi bicara salah satu fokusnya ialah regional integration. Integrasi secara infrastruktur baik keras maupun lunak, dan di sini penting sekali karena kita ujungnya ingin mencari investasi dan perdagangan," ucapnya.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Anindya menyebut kehadiran para menteri sebagai bentuk "Indonesia Incorporated" untuk memasarkan potensi nasional guna menarik investasi yang lebih besar.
"Kita bersyukur selama dua hari ada empat menteri yang datang untuk tanda kutip jualan, supaya investasi dan perdagangan bisa lebih besar lagi. Dari Pak Menko Airlangga, Pak Menko AHY, Pak Mendag, Pak Menlu, komplit hadir. Dan ini mereka semua sangat mengapresiasi karena begitu besar rekognisinya, pengakuannya," ujarnya.

