Koreksi Tajam Rp 183.000, Harga Emas Antam (ANTM) Menjauh dari Rekor
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Selasa (3/2/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,844 juta atau turun Rp 183.000 dari Senin (2/2/2026) Rp 3,027 juta per gram di tengah seiring pengetatan margin perdagangan dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,624 juta atau turun Rp 9.000 dari sebelumnya Rp 2,633 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang melemah tajam pada Senin (3/2/2026), memperpanjang tekanan setelah aksi jual besar-besaran yang terjadi pada akhir pekan lalu.
Harga emas spot merosot lebih dari 4% ke sekitar US$ 4.662,43 per ons. Di pasar derivatif, kontrak berjangka emas terakhir diperdagangkan 1% lebih rendah di US$ 4.694,60 per ons. Pada perdagangan Jumat (30/1/2026), harga emas sempat anjlok hingga 28%, menjadi penurunan harian terdalam sejak Maret 1980.
Baca Juga
Bukan Emas dan Bitcoin, Survei JPMorgan Sebut Keluarga Kaya Justru Lirik Investasi Ini
Tekanan tambahan datang dari CME Group, operator bursa derivatif terbesar di dunia, yang menaikkan persyaratan margin setelah gejolak pasar pekan lalu. Kebijakan tersebut mulai berlaku Senin setelah penutupan pasar. Margin kontrak berjangka emas COMEX dinaikkan menjadi 8% dari sebelumnya 6%, sementara margin kontrak berjangka perak COMEX ukuran 5.000 ons meningkat menjadi 15% dari 11%.
Pembalikan tajam harga logam mulia pada Jumat terjadi ketika optimisme pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga AS berbenturan dengan penilaian ulang arah kepemimpinan Federal Reserve (The Fed). Situasi ini dipicu langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menominasikan mantan Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh untuk menggantikan Ketua The Fed Jerome Powell setelah masa jabatannya berakhir pada Mei.
Penguatan dolar AS turut menekan harga logam mulia. Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama, tercatat telah menguat sekitar 0,8% sejak Kamis pekan lalu.
Dolar yang lebih kuat membuat harga emas dalam denominasi dolar AS menjadi kurang menarik bagi pembeli asing. Pada saat yang sama, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti emas, karena obligasi pemerintah menjadi lebih menarik sebagai aset lindung nilai.
Baca Juga
Secara kinerja tahunan, harga emas naik sekitar 8% dalam periode yang sama. Pada tahun lalu, kedua logam mulia tersebut membukukan reli luar biasa, dengan emas melonjak sekitar 65% dan perak melejit hingga 145%.
Berikut harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,472 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,844 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,628 juta
- Emas 3 gram: Rp 8,417 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,995 juta
- Emas 10 gram: Rp 27,935 juta
- Emas 25 gram: Rp 69,712 juta
- Emas 50 gram: Rp 139,345 juta
- Emas 100 gram: Rp 278,612 juta
- Emas 250 gram: Rp 696,265 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,392,320 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,784,600 miliar.

