Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Datangkan 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina (Persero) merealisasikan pengiriman 1 juta barel minyak mentah dari Aljazair, Afrika Utara, ke Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Pengiriman tersebut ditandai dengan sandarnya kapal tanker MT Spyros di Samudra Indonesia, tepatnya di perairan selatan Cilacap, Jawa Tengah.
Minyak mentah tersebut berasal dari wilayah kerja migas yang dikelola PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), bagian subholding hulu PT Pertamina (Persero). Realisasi pengapalan ini mencerminkan kesinambungan operasi hulu Pertamina di luar negeri sekaligus memperkuat pasokan bagi kilang domestik.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan, pengiriman minyak mentah ini menjadi bukti kinerja operasional PIEP dalam menghadapi tantangan teknis dan logistik di wilayah Afrika Utara. "Proses produksi hingga pengapalan berjalan sesuai rencana meski menghadapi jarak tempuh lintas benua," kata dia dalam sambutannya di Grha Pertamina, Jakarta dikutip Senin (2/2/2025).
Kapal pengangkut minyak mentah dari lapangan minyak Pertamina di Aljazair tersebut telah menuntaskan pelayaran laut lebih dari satu bulan sejak 24 Desember 2025 sebelum akhirnya bersandar di Cilacap untuk proses pembongkaran muatan. Saat sandar, kapal terhubung langsung dengan ruang kendali Refinery Unit IV Cilacap untuk memastikan seluruh proses berjalan terpantau dan terintegrasi.
Baca Juga
Lampaui Target, Kilang Pertamina Tekan Emisi 450.000 Ton CO2eq
Kegiatan penerimaan kargo perdana ini disaksikan secara terhubung dari tiga lokasi, yakni Grha Pertamina di Jakarta, ruang kendali Refinery Unit IV Cilacap, dan lokasi operasional di Aljazair. Skema pemantauan terpadu tersebut mencerminkan kesiapan infrastruktur dan koordinasi antarunit Pertamina.
Simon menegaskan, pengiriman minyak mentah ini menjadi babak baru operasi Pertamina di Afrika Utara setelah perpanjangan kontrak bagi hasil Produksi Blok 405A yang menjamin keberlanjutan operasi hingga 25 tahun ke depan.
“Bersandarnya kapal yang telah mengarungi samudera sebulan lebih ini menjadi harapan untuk visi ketahanan energi nasional. Ini merupakan bukti nyata Pertamina dalam mewujudkan amanah Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Simon.
Simon menekankan bahwa keberhasilan pengapalan tersebut tidak terlepas dari sinergi antar entitas di lingkungan Pertamina. Menurut dia, kolaborasi antara PT Pertamina Internasional EP sebagai produsen, Pertamina International Shipping sebagai pelaksana pengapalan, dan Kilang Pertamina Internasional sebagai pengelola kilang dalam negeri menjadi kunci kelancaran rantai pasok energi.
“Sinergi ini telah mampu memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok energi global, membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di kaki sendiri,” tambah Simon.
Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menyampaikan bahwa keberhasilan pengiriman minyak mentah dari Aljazair ke Indonesia merupakan hasil kerja keras seluruh perwira Pertamina yang menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi.
Baca Juga
Harga BBM Februari 2026: Pertamina, Shell, BP-AKR Kompak Turunkan Harga
“Seluruh jajaran komisaris akan terus memberikan dukungan untuk mengawal proses di Pertamina hingga minyak mentah ini mampu menjadi produk-produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” tegas Iriawan.
Menurut Iriawan, realisasi pengiriman ini menunjukkan keseriusan Pertamina dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan prinsip health, safety, security, and environment (HSSE), sebagai standar keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan dalam seluruh kegiatan operasional.

