Spindo (ISSP) Ekspansi Pabrik Unit 7 Senilai Rp1,3 Triliun, Perkuat Produksi Pipa Migas di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau Spindo telah menyiapkan langkah ekspansi bisnis pada 2026 dengan menyelesaikan pembangunan pabrik atau unit produksi ke-7 yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur.
Chief Strategy & Business Development Officer Corporate Secretary & Investor Relation Spindo Johanes W. Edward mengungkapkan, korporasi menggelontorkan investasi senilai Rp 1,3 triliun untuk pembangunan pabrik produksi unit 7 tersebut.
"Total investasi kira-kira Rp 1,3 triliun dengan di atas tanah sekitar kira-kira 80 hektare (Ha)," ucap Edward kepada Investortrust.id belum lama ini usai acara Best Stock Awards 2026 di Jakarta.
Johanes menjelaskan, ekspansi pabrik ini akan memperluas jumlah produksi, khususnya pipa baja berdiameter besar untuk sektor minyak dan gas, termasuk casing tubing yang memiliki peran strategis dalam industri migas nasional.
Baca Juga
Spindo (ISSP) Gelontorkan Dividen Rp 105,98 Miliar, Nilai per Saham Segini
“Unit ini akan berkontribusi langsung terhadap strategi ketahanan energi negara, terutama untuk kebutuhan oil and gas,” ungkap Johanes.
Lebih lanjut, Johannes menegaskan, seluruh pendanaan ekspansi pabrik tersebut berasal dari dana internal perusahaan, tanpa melibatkan pendanaan eksternal maupun aksi korporasi seperti right issue.
Selain membidik pasar domestik, Spindo juga melihat peluang ekspor dari fasilitas baru tersebut, termasuk di antaranya terjadi dinamika global, potensi meningkatnya tensi perdagangan internasional. Ia menilai hal ini membuka peluang bagi produsen pipa baja Indonesia untuk mengisi pasar ekspor.
“Selain sektor migas dalam negeri, kami juga melihat peluang ekspor yang cukup besar, ditambah unit ini bisa digunakan untuk berbagai aplikasi lain,” terangnya.

