Di Hadapan Pengusaha India, Petinggi Danantara Bocorkan Arah Kebijakan Investasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Managing Director Treasury Danantara Indonesia, Ali Setiawan, membocorkan arah kebijakan investasi yang menjadi mandat dari Presiden Prabowo Subianto. Di hadapan para pengusaha asal India, Ali mengungkap Danantara akan lebih banyak aktif untuk terlibat dalam sektor-sektor publik.
"Pada dasarnya semua proyek ini adalah yang dimandatkan oleh pemerintah, karena Indonesia sangat membutuhkan proyek-proyek ini. Sementara sektor swasta kesulitan untuk terlibat. Kami mungkin atau mungkin tidak memiliki investor potensial," ungkapnya saat menyampaikan keynote speech pada acara India Night di The Westin, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Salah satu proyek prioritas yang disampaikan oleh Ali adalah Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy. Ali menuturkan, Danantara pada dasarnya memiliki kemampuan untuk menjadi investor terbesar dalam pengelolaan proyek PSEL.
Namun, Danantara memutuskan untuk membuka kesempatan kepada investor asal luar negeri untuk terlibat dalam proyek tersebut.
"Kami cukup terkejut karena ketika kami mengumumkan lelang untuk proyek ini, ada banyak minat dari beberapa negara. Hal ini karena mereka juga memiliki keahlian dan telah sukses dalam melaksanakan proyek serupa di negara mereka," ujarnya.
Selain rencana pelaksanaan proyek di atas, Danantara juga akan fokus pada pengkonsolidasian perusahaan-perusahaan BUMN. Ali menyebut, mandat lain yang diberikan oleh Danantara agar dapat membuat kinerja dari BUMN menjadi lebih efisien.
Baca Juga
Dubes India Pastikan 8 Bidang Kerja Sama Strategis dengan Indonesia Konkret
Ali melanjutkan, Danantara tidak ingin gegabah dalam melakukan investasi lantaran turut memperhatikan bagaimana dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.
"Jadi, misalnya, ketika kami melihat proyek, oh, itu tidak hanya bersifat padat modal. Kami juga ingin melihat proyek-proyek yang bersifat padat tenaga kerja. Karena tujuannya juga untuk menciptakan lebih banyak sumber daya manusia bagi orang Indonesia," jelasnya.
Lebih jauh, Ali menyebutkan sejumlah sektor yang dilirik oleh Danantara untuk tahun 2026 antara lain seperti hilirisasi sumber daya alam, kesehatan, teknologi, hingga energi terbarukan.
"Dan tentu saja, sektor industri. Itu juga sesuatu yang ingin kami lihat. Karena itu bagian dari inisiatif yang dapat kami sesuaikan dengan prioritas nasional," ungkapnya.
Turut hadir pada acara tersebut adalah Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Heldy Satrya Putera, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty, dan CEO Investortrust Primus Dorimulu.

