23 Kargo Tuntas pada 2025, PGN (PGAS) Siap Regasifikasi 30 Kargo pada 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT PGN LNG Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN mengawali 2026 dengan melaksanakan kegiatan ship-to-ship transfer di fasilitas Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Lampung. Operasi yang berlangsung pada awal Januari 2026 ini menjadi pembuka rangkaian operasional LNG FSRU Lampung sepanjang tahun, sekaligus memastikan kesinambungan pasokan gas bagi pembangkit listrik dan sektor industri di wilayah Jawa bagian Barat dan Sumatra.
Kegiatan ship-to-ship transfer tersebut dilaksanakan oleh PT PGN LNG Indonesia melalui pengiriman kargo liquefied natural gas atau LNG dari Terminal LNG Donggi Senoro di Sulawesi Tengah. Kargo LNG dengan volume sekitar 140.500 meter kubik dihantarkan menggunakan kapal pengangkut LNG dan berhasil ditransfer ke FSRU Lampung dengan aman dan lancar sesuai standar operasional dan keselamatan yang berlaku.
Baca Juga
BPH Migas dan PGN (PGAS) Jaga Keandalan Gas Bumi saat Nataru
Direktur Utama PT PGN LNG Indonesia Nofrizal mengatakan capaian operasional pada awal 2026 merupakan kelanjutan dari kinerja positif perusahaan sepanjang tahun sebelumnya. Ia menegaskan keandalan fasilitas FSRU Lampung menjadi faktor kunci dalam menjaga pasokan gas nasional.
“PGN LNG menutup 2025 dengan capaian 23 kargo LNG yang berhasil diregasifikasi di FSRU Lampung. Memasuki tahun 2026, FSRU Lampung siap menerima 30 kargo LNG sesuai jadwal," kata dia dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Nofrizal mengatakan, seluruh perwira PGN LNG bersama para mitra secara profesional menjaga keandalan operasional LNG, khususnya dalam memastikan pemenuhan pasokan gas bagi pembangkit dan sektor industri di wilayah Jawa Bagian Barat dan Sumatra.
"Kami memastikan seluruh kegiatan operasional FSRU Lampung mematuhi komitmen keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga berjalan aman, lancar, dan tepat waktu,” ujar Nofrizal.
Keberhasilan pelaksanaan ship-to-ship transfer ini memperkuat peran PT PGN LNG Indonesia dalam mendukung ketahanan energi nasional. Melalui pengelolaan FSRU Lampung, perusahaan menopang kebutuhan gas bumi bagi sektor industri dan pembangkit listrik, sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan energi di wilayah dengan konsumsi gas yang terus meningkat.
Baca Juga
Gas Bumi Bukan Cuma Buat Masak, PGN (PGAS) Ungkap Potensi Besarnya
FSRU Lampung merupakan fasilitas penyimpanan LNG terapung yang dikelola oleh PT PGN LNG Indonesia. Fasilitas ini memiliki kapasitas penyimpanan LNG sebesar 170.000 meter kubik dengan kapasitas regasifikasi mencapai 240 million standard cubic feet per day, sehingga berperan strategis dalam menjaga keandalan pasokan gas nasional.
Sebagai bagian subholding gas Pertamina, PT PGN LNG Indonesia berperan aktif dalam menyalurkan energi yang lebih bersih bagi Indonesia. Peran tersebut sejalan dengan agenda transisi energi nasional menuju net zero emission 2060, dengan gas bumi diposisikan sebagai energi transisi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

