Prabowo Pastikan 6 Proyek Hilirisasi Senilai US$ 6 Miliar Siap Jalan, Target hingga 11
Poin Penting
|
BALIKPAPAN, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimismenya terhadap percepatan program hilirisasi nasional meskipun membutuhkan pembiayaan besar. Presiden menegaskan bahwa dengan pengelolaan yang baik dan manajemen kuat, Indonesia diyakini mampu mencapai tujuan hilirisasi dan industrialisasi nasional.
Menurut Prabowo, dalam beberapa pekan ke depan pemerintah akan mulai menjalankan sejumlah proyek hilirisasi strategis. Dia menyebutkan, sedikitnya enam proyek hilirisasi siap dimulai, dengan potensi bertambah hingga 11 proyek, dan total nilai investasi diperkirakan US$ 6 miliar.
Baca Juga
Panen Raya di Karawang, Prabowo Tinjau Hilirisasi dan Teknologi Pertanian Modern
“Kita dalam waktu beberapa minggu ini akan mulai. Kita harapkan minimal enam proyek hilirisasi, mungkin bisa sampai 11. Nilainya kurang lebih US$ 6 miliar,” ujar Presiden Prabowo di Balikpapan, Senin (12/1/2026).
Selain investasi dalam negeri, presiden memperkirakan masuknya investasi besar-besaran dari luar negeri untuk mendukung agenda hilirisasi. Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM), khususnya manajemen dan tenaga profesional muda, agar proyek-proyek tersebut dapat dikelola secara transparan dan berkelanjutan.
“Kita harus benar-benar siapkan awak, siapkan manajemen, siapkan manajer-manajer muda yang bisa menjaga dan mengelola proyek-proyek ini,” tutur Prabowo.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa untuk mencapai industrialisasi yang kuat dan berkelanjutan, Indonesia diperkirakan membutuhkan waktu 10 hingga 15 tahun, bahkan bisa mencapai 20 tahun. Namun demikian, pemerintah berupaya mempercepat proses tersebut agar manfaat ekonomi dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
Baca Juga
Wujudkan Kemandirian Energi Nasional, MIND ID–Pertamina Perkuat Kolaborasi Hilirisasi Batu Bara
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, Prabowo mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam (SDA) harus diimbangi dengan kekuatan nasional. Tanpa pengelolaan yang optimal, menurutnya, kekayaan tersebut berpotensi direbut atau dimanfaatkan pihak lain.
“Kalau kita tidak kuat tapi kita kaya, bisa-bisa kekayaan kita direbut karena itu kita harus bekerja keras,” tegas Presiden.
Pemerintah menempatkan program hilirisasi sebagai strategi utama untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat struktur industri nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

