Ekraf Tumbuh 5,69%, Target Ekonomi Nasional 8% Makin Dekat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyatakan bahwa industri kreatif Indonesia saat ini sedang bertumbuh pesat. Memasuki periode 2025–2029, ekonomi kreatif menjadi salah satu motor pertumbuhan baru.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif tumbuh 5,69%. Angka ini sekaligus menunjukkan bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi kuat untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8%.
Sejalan hal tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak untuk membantu para pegiat ekonomi kreatif meningkatkan potensi mereka.
"Masih banyak para pegiat ekonomi kreatif yang membutuhkan dukungan kita semua, apakah itu pemerintah, akademisi, media, asosiasi, bisnis, dan lembaga keuangan," ujar Riefky dalam acara "Prasasti Insights: Mewujudkan Ekonomi Kreatif sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional" di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Riefky menjelaskan, dukungan ini sangat penting untuk membantu para pegiat ekonomi kreatif meningkatkan produknya dari level lokal ke nasional. Dengan dukungan tepat, para pegiat ekonomi kreatif bahkan dapat meningkatkan produk mereka ke pasar global.
Baca Juga
Menekraf Pede Ekonomi Kreatif Tetap Tumbuh di Tengah Gejolak Global
"Karena potensinya untuk mereka dari yang awalnya local hero di kabupaten/kota kemudian IP (intellectual property)-nya ini bisa kita dorong untuk ke market nasional, bahkan kita bisa dorong yang champion di nasional ini untuk go global," ungkap Riefky.
Lebih lanjut, Riefky menyebut, berdasarkan data sementara BPS dan Kementerian Investasi, target investasi, ekspor, dan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif diperkirakan akan tercapai sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Hal ini menjadi kabar baik bagi industri kreatif Indonesia yang terus bertumbuh.
"Dan tadi juga dibicarakan tentang program prioritas Kementerian Ekraf untuk 2026, dan insyaallah juga menjadi kolaborasi kita bersama untuk mencapai target tersebut," jelas Riefky.
Sebelumnya, Kemenekraf mencatat realisasi investasi sektor ekonomi kreatif (ekraf) mencapai Rp 132 triliun hingga triwulan III 2025. Angka tersebut setara 97% dari target tahunan dan menyumbang sekitar 9% terhadap total investasi nasional.
Selain investasi, kinerja ekspor ekonomi kreatif juga mencatatkan hasil positif. Hingga Oktober 2025, nilai ekspor sektor ini mencapai US$ 26,4 miliar atau 101% dari target yang ditetapkan pemerintah. Kontribusi tersebut setara hampir 20% dari total ekspor nonmigas nasional dan menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pemerintah menilai tren ini memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga
Serap 27 Juta Tenaga Kerja, Ekonomi Kreatif Datangkan Investasi Rp 132 Triliun
Dari sisi ketenagakerjaan, ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja atau 107% dari target. Mayoritas pekerja berasal dari kelompok usia produktif di bawah 40 tahun.
"Untuk 2025 kami ditargetkan 25,5 juta tenaga kerja ekraf. Alhamdulillah dari survei yang diberikan BPS saat ini sudah mencapai 107% dari target atau sudah 27,4 juta melebihi 1,9 juta pekerja ekraf yang ditargetkan.” terang Riefky dalam acara Ekraf Annual Report (EAR) 2025 di Jakarta, Senin (22/12/2025).

